Sengketa Tanah Yang Ditempati Pedagang Pasar Telah Diadukan ke Pemdes Labuha

- Penulis

Selasa, 29 September 2026 - 11:09 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

WaidobaNusantaraori.com | Halsel – Tanah yang ditempati oleh Pedagang Pasar Sentaral Kota Labuha Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) yang selama ini menjadi neraka bagi pedagang, kini mulai nampak titik terang, setelah diadukan ke Pemerintah Desa (Pemdes) Labuha dan proses saat ini sedang berjalan.

Sekertaris Desa Labuha Munawar Hamza ditemui media ini di lapangan saat melakukan proses penyelesaian di pasar menjelaskan, tanah yang di tempati pedagang ini telah terjadi sengketa antara ke dua oknum yang masing-masing mengklaim milik mereka, kata sekdes Labuha kepada media ini, Selasa (29/09/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lanjut Sekdes, satu pihak atas nama Haji Pini yang diketahui beralamat di desa Amasing Kota Utara dan pihak satu lagi atas nama Mas Parjo (Panggilan akrab dari Hi. Suparjo) beraalamat di desa Tembal datang di kantor Desa Labuha dengan menunjukkan surat jual beli sebagai dasar kepemilikan mereka.

Kami selaku pemdes Labuha sambung Sekdes, mengambil keputusan turun ke lapangan untuk membuktikan, setelah kami melakukan pengukuran berdasarkan ukuran tanah sesuai tertera dalam masing-masing surat tersebut, ternyata beda tempat, tidak seperti yang diklaim oleh Haja Pini selama ini, bahwa tanah milik Mas Parjo adalah miliknya.

Namun demikian, kami dari pemdes belum bisa mengambil keputusan terkait persoalan ini, karna pengakuan dari Haja Tini akan hadirkarkan satu surat lagi dan kami menunggu untuk proses lanjutan, jelas Sekdes Labuha

Terpisah, Mas parjo saat ditemui di lokasi sengketa mengatakan, sebagian besar tanah yang ditempati oleh pedagang pasar ini adalah milik saya dan saya menyatakan tidak akan menagih harga tanah kepada para pedagang dan berharap secepatnya dapat diselesaikan oleh Pemdes Labuha, ungkapnya.

Sementara itu, para pedagang menyampaikan, kami telah jadi korban penagihan harga tanah selama kurang lebih 4 tahun ini, kami ditagih dengan harga yang bervariasi, yakni 2 juta 500 rupiah, 7 juta, 10 juta dan 12 juta per tahun, kata mereka.

Untuk itu kami berharap secepatnya ada penyelesaian yang pasti, agar kami bisa bebas dari penagihan harga tanah yang kami tempati ini, harap para pedagang pasar tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, Redaksi masih berupaya konfirmasi kepada pihak lain yang terlibat dalam sengketa in, Redaksi membuka ruang untuk melakukan hak jawab (klarifikasi) terkait berita ini. * (Alibun-Muklas/tim redajsi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel waidobanusantaraori.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kodim 1509/Labuha Gelar Upacara Peringatan HUT TNI ke 81, Sampaikan Amanat Panglima
Penghinaan dan Penghalangan Peliputan Wartawan Telah Dilaporkan ke Polres Oleh DPD SWI Halsel
DPD SWI Halsel Kecam Dugaan Penghinaan terhadap Wartawan, Haris Dialy Desak Polres Usut Tuntas
Sengketa Lahan di Pasar Moderen Labuha yang di tempati para Pedagang kini mulai ada Titik Terang setelah di Tangani oleh Pemdes Labuha
Sengketa Lahan di Pasar Moderen Labuha yang di tempati para Pedagang kini mulai ada Titik Terang setelah di Tangani oleh Pemdes Labuha
Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim 1509/Labuha Gelar Anjangsana dan Bagikan Sembako kepada Warga Kurang Mampu
Turnamen Domino Kodim 1509/Labuh Resmi di Tutup, Ini Wadah Olahraga Menuju Jenjang Presentasi yang Lebih Tinggi
Turnamen Domino Kodim 1509/Labuha Resmi Di Tutup, Tim Dari Ternate Raih Juara 1
Berita ini 87 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 05:44 WIT

Kodim 1509/Labuha Gelar Upacara Peringatan HUT TNI ke 81, Sampaikan Amanat Panglima

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:07 WIT

Penghinaan dan Penghalangan Peliputan Wartawan Telah Dilaporkan ke Polres Oleh DPD SWI Halsel

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:49 WIT

DPD SWI Halsel Kecam Dugaan Penghinaan terhadap Wartawan, Haris Dialy Desak Polres Usut Tuntas

Selasa, 29 September 2026 - 11:09 WIT

Sengketa Tanah Yang Ditempati Pedagang Pasar Telah Diadukan ke Pemdes Labuha

Selasa, 29 September 2026 - 07:57 WIT

Sengketa Lahan di Pasar Moderen Labuha yang di tempati para Pedagang kini mulai ada Titik Terang setelah di Tangani oleh Pemdes Labuha

Berita Terbaru