WaidobaNusantaraori.com | Jakarta – Dari Desa, Suarakan Indonesia. Dari Boyolali, Tegakkan Marwah Pers!
Saudara-saudari pejuang pena, penjaga kebenaran, delegasi Munas Sekber Wartawan Indonesia & peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia yang Kami banggakan !
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tanggal 18 s.d 21 Mei 2026 bukan sekadar tanggal di kalender. Itu adalah hari di mana kita berkumpul, bersatu, dan bertekad di Desa Banyuanyar, Boyolali.
Kita tidak hanya datang untuk Munas. Kita datang untuk mencatat sejarah. Untuk pertama kalinya, Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) diperingati dari desa. Dari tanah yang subur, dari denyut nadi rakyat paling bawah. Kita buktikan bahwa kebebasan pers bukan milik gedung tinggi di kota, tapi milik seluruh anak bangsa.
*Wahai Delegasi SWI,*
Jangan datang hanya membawa koper. Bawalah semangatmu. Bawalah idemu. Bawalah kegelisahanmu tentang nasib pers dan rakyat. Munas ini adalah panggung kita untuk merumuskan arah SWI ke depan: SWI yang solid, profesional, bermartabat, dan berpihak pada kebenaran.
*Ingatlah,*
Setiap kata yang kita tulis adalah obor. Setiap berita yang kita siarkan adalah pelita. Di tengah derasnya disinformasi dan hoaks, pers yang merdeka dan bertanggung jawab adalah benteng terakhir demokrasi.
Maka datanglah ke Boyolali dengan kepala tegak. Bertemu, berdiskusi, berdebat dengan gagah. Pulang membawa keputusan yang menggetarkan. Biar dari Desa Banyuanyar, lahir rekomendasi dan kepemimpinan SWI yang mampu menjawab tantangan zaman.
*18-21 Mei 2026, kita tulis bersama:*
1. *Sejarah* – Munas SWI di desa untuk Indonesia.
2. *Komitmen* – Menjaga kemerdekaan pers yang beretika.
3. *Solidaritas* – Satu SWI, satu semangat, satu Indonesia
Sampai jumpa di Boyolali.
Tunjukkan bahwa wartawan Indonesia tidak pernah padam. Kita hadir bukan untuk diliput, tapi untuk meliput kebenaran.
*Hidup Pers Indonesia!*
*Hidup Wartawan Pejuang!*
*Sukses Munas SWI & HKPS 2026!* (Redaksi)








