Satgas TMMD Jadi Jembatan Penghubung Tali Persaudaraan Keluarga Asuh Dengan Personil

- Penulis

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:43 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

WaidobaNusantaraori.com | Halsel – Memasuki 21 Hari Personil Satgas TMMD yang tinggal pada 7 desa dan 7 rumah keluarga asuh, hal tersebut dilakukan merupakan bagian dari strategi untuk mendekatkan TNI dengan rakyat, mempererat kekeluargaan dan berbaur menjadi keluarga baru warga setempat, serta mereka akan tetap tinggal selama 30/hari pelaksanaan TMMD ke 128 Kodim 1509/Labuha Di Kecamaan Gane Timur.

Hal inilah yang dilakukan oleh Personil Satgas TMMD ke-128 yang sedang melaksanakan Program TMMD fisik dan non fisik di wilayah Gane Timur,

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, kegiatan lintas sektoral TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1509/Labuha siap mewujudkan pembangunan fisik infrastruktur.

Ternyata bagi warga mendapatkan kepercayaan jadi orang tua asuh (ngkat) merupakan suatu kebahagiaan dan kebanggaan yang takkan terlupakan. Selain secara langsung mendapatkan rezeki, juga mendapatkan anak dan mendapatkan pengalaman berharga serta bisa mengenal lebih dekat sosok tentara. Dimana tadinya rumahnya sunyi kini ramai dan selalu bersuka ria dan bercengkrama.

Seluruh prajurit yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) selama menjalankan program TMMD ke-128 Kodim 1509/Labuha tinggal dan menetap selama sebulan di wilayah itu.untuk lebih dekat dengan rakyat, puluhan prajurit Satgas TMMD tinggal (menginap) di rumah-rumah milik warga.

Salah satunya dirumah Bapak Lian Habibu warga desa Lalubi Kecamatan Gane Timur, di rumah ini 2 Orang personel Satgas menginap selama 30 hari. Selain sebagai orang tua asuh personil Satgas, wanita murah senyum ini juga selalu memasak untuk kebutuhan makan anggota Satgas.

Saya sangat senang dan bahagia, karena kita bisa saling mengenal dan saling menyayangi serta saya bisa ikut memberi dukungan kepada bapak tentara yang sedang membangun kampung kami.” sebutnya.

Warga yang mendapatkan kesempatan langka tersebut senang bukan kepalang, hari-hari di rumah itu telah kedatangan tamu istimewa. Selama sebulan pemilik rumah hidup dan tinggal bersama prajurit TNI bagaikan mendapat “Keluarga Baru”.

Ketika usai bekerja di lapangan lokasi TMMD, orang tua dan anak-anak bercengkerama dengan prajurit Satgas TMMD, bahkan saat sore tiba, prajurit sepulang dari lokasi TMMD pun menyempatkan diri membantu memasak di dapur dan berolah raga dan malamnya mengajari mengaji.

Kelihatan Prajurit Satgas pun tidak canggung-canggung membantu tuan rumah, yang tinggali memasak sayur atau menggoreng ikan, tahu dan tempe sebagai lauk makan malam, suasana keakraban pun nampak jelas, semua seperti keluarga.

Anggota Satgas tak segan membantu orang tua asuh mereka memasak, menyapu, mencuci piring dan pekerjaan rumah lainnya secara bergantian, untuk membangun hubungan erat sebagai saudara asuh dan menciptakan keharmonisan.

Warga merasa senang, bangga, dan terbantu dengan adanya Satgas TMMD yang tinggal di rumah mereka, Personel Satgas menghormati orang tua angkat layaknya orang tua sendiri, mencerminkan cinta TNI kepada rakyat, praktik ini berlangsung selama masa pelaksanaan TMMD dan seringkali menciptakan momen kebersamaan yang berkesan bagi kedua belah pihak.* (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel waidobanusantaraori.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelantikan Pengurus DPP SWI Dirangkaikan Dengan Kegiatan Green Impact 2026
Direktur PDAM Halsel, Tunggakan Pembayaran Rekening Air Sebesar 6,6 Miliar Mempersulit Opersional 
GMKI Cabang Bacan Titip Harapan bagi Muhlis Usman, Dorong Kepemimpinan Kolaboratif di GP Ansor Halsel
GMKI Cabang Bacan Titip Harapan bagi Muhlis Usman, Dorong Kepemimpinan Kolaboratif di GP Ansor Halsel
Tanggap Cuaca, Memitigasi Iklim di Bumi Saruma kabupaten Halsel,
Orang Tua Korban Pembubuhan Zulfikar, Harapan Terakhir Kami Hanyalah Berimbang Kehilangan Nyawa Pada Putusan Pengadilan
Rapat Panitia SWI GI 2026, Mantapkan Persiapan Kegiatan Prtengahan Bulan Juli Mendatang
Pemuda dan Masyarakat Desa Silang Gelar Bakti Sosial, Wujudkan Kepedulian terhadap Lingkungan
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 08:24 WIT

Pelantikan Pengurus DPP SWI Dirangkaikan Dengan Kegiatan Green Impact 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:30 WIT

Direktur PDAM Halsel, Tunggakan Pembayaran Rekening Air Sebesar 6,6 Miliar Mempersulit Opersional 

Jumat, 17 Juli 2026 - 05:02 WIT

GMKI Cabang Bacan Titip Harapan bagi Muhlis Usman, Dorong Kepemimpinan Kolaboratif di GP Ansor Halsel

Jumat, 17 Juli 2026 - 04:41 WIT

GMKI Cabang Bacan Titip Harapan bagi Muhlis Usman, Dorong Kepemimpinan Kolaboratif di GP Ansor Halsel

Rabu, 15 Juli 2026 - 00:35 WIT

Tanggap Cuaca, Memitigasi Iklim di Bumi Saruma kabupaten Halsel,

Berita Terbaru

Uncategorized

Tanggap Cuaca, Memitigasi Iklim di Bumi Saruma kabupaten Halsel,

Rabu, 15 Jul 2026 - 00:35 WIT