PUSAKA PUBLIK Minta Aparat Bertindak, Pulangkan WALHI dari Desa Kawasi

- Penulis

Kamis, 2 Juli 2026 - 00:30 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

WaidobaNusantaraori.com | Halsel -Direktur Eksekutif Pusat Kajian dan Advokasi Kebijakan Publik (PUSAKA PUBLIK), Tahrun Mubin, meminta aparat keamanan, khususnya Polres Halmahera Selatan, mengambil langkah preventif untuk menjaga situasi tetap kondusif di Desa Kawasi. Menurutnya, apabila terdapat kekhawatiran bahwa suatu kegiatan berpotensi memicu gesekan di tengah masyarakat, aparat perlu memastikan seluruh aktivitas berlangsung sesuai hukum, melalui komunikasi yang baik dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

“Kami melihat gesekan kuat antar warga desa kawasi yg saling adu mulut ketika ada aksi penolakan yg di lakukan masyarakat atas kehadiran Walhi yang berpotensi memicu konflik keluarga atara masyarakat desa kawasi setempat, oleh karnanya perlu penegasan dari pihak kepolisan untuk mengambil langkah tegas agar menghindari gesekan di tengah-tengah masyarakat desa kawasi.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

PUSAKA PUBLIK berpendapat bahwa setiap individu maupun organisasi yang datang ke suatu wilayah wajib menghormati adat istiadat, nilai-nilai masyarakat, serta menjaga ketertiban umum. Pandangan ini sejalan dengan Pasal 28J ayat (2) UUD 1945, yang menegaskan bahwa dalam menggunakan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib menghormati hak dan kebebasan orang lain serta tunduk pada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang demi keamanan, ketertiban umum, dan kepentingan bersama.

Atas dasar itu, PUSAKA PUBLIK meminta aparat bertindak sesuai kewenangannya untuk menjaga keamanan dan mencegah potensi konflik, termasuk apabila diperlukan meminta agar kunjungan WALHI ke Desa Kawasi ditunda atau dibatalkan demi menjaga persatuan dan kondusivitas masyarakat.

” Kami meminta dengan tegas agar jangan dulu ada aktifitas lain yang di lakukan oleh Walhi untuk menghindari gesekan antar warga. Kalau perlu pihak kepolisan bertindak untuk meminta walhi meninggalkan Desa kawasi untuk sementara waktu.”

Kami Tetap Mengawal, Dan Memastikan Masyarakat Tidak Dijadikan tameng kelompok Atas Kepentingan tertentu , Dan Meminta Polres Halmahera Selatan agar Segera mengambil lakah konkrit untuk mencegah terjadi konflik antara warga desa kawasi.

(Kaperwil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel waidobanusantaraori.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Matangkan Persiapan Pelantikan IKB Makayoa 10 Kabupaten Kota, Husein Said Soan Ke Ketua IKB Makayoa Provinsi
Menerima Kunjungan KPU, Partai Gelora Menyamakan Pemahaman Aturan Dan Pedoman Teknis
Sultan Bacan Diusul jadi Ketua Dewan Pembina IKB-Makayoa Halmahera Selatan
Polres Halsel dan Polda Malut Diminta Melindungi dan Tidak Menutup Atifitas Tambang Rakyat
DMI Halsel Serukan Persatuan dan Tegaskan Dukungan Penuh Terhadap Program Pemerintah
IKB-Makayoa Halsel Silaturahmi ke Kodim 1509/Labuha, Perkuat Sinergi dan Bahas Ancaman Karhutla
Lambatnya Penetapan WPR di Halsel Oleh Pemerintah, Jadi Sorotan Berbagai Pihak
Dengan Misi Kemanusiaan, IKB Makayoa Halsel Hadir Bagi-Bagi Masker Dampak Karhutla
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:51 WIT

Matangkan Persiapan Pelantikan IKB Makayoa 10 Kabupaten Kota, Husein Said Soan Ke Ketua IKB Makayoa Provinsi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:53 WIT

Menerima Kunjungan KPU, Partai Gelora Menyamakan Pemahaman Aturan Dan Pedoman Teknis

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:34 WIT

Sultan Bacan Diusul jadi Ketua Dewan Pembina IKB-Makayoa Halmahera Selatan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:02 WIT

Polres Halsel dan Polda Malut Diminta Melindungi dan Tidak Menutup Atifitas Tambang Rakyat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:48 WIT

DMI Halsel Serukan Persatuan dan Tegaskan Dukungan Penuh Terhadap Program Pemerintah

Berita Terbaru