PERHAPI dan KATAM Dukung Langkah Industri Nikel di Pulau Obi Untuk Diakui Dunia

- Penulis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:46 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

WaidobaNusantara,com | Halsel – Langkah Harita Nickel dalam mengejar sertifikasi dan audit keberlanjutan berskala internasional mendapat respon positif dari elemen di daerah. Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) dan Konsorsium Advokasi Tambang (KATAM) Maluku Utara menilai pencapaian ini sebagai momentum penting bagi pembuktian tata kelola dunia industri Maluku Utara yang transparan dan bertanggung jawab di mata dunia.

Wakil Ketua Perhapi Maluku Utara, Almun Madi, menanggapi optimisme Perhapi Pusat terkait dorongan penerapan standar Environmental, Social, and Governance (ESG) di sektor nikel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kesiapan industri lokal di Pulau Obi untuk menembus standar global seperti Responsible Minerals Assurance Process (RMAP), RMAP+, hingga audit Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA) merupakan modal berharga bagi nama baik daerah.

“Apa yang disampaikan Perhapi Pusat adalah penegasan bahwa industri nikel di Maluku Utara, khususnya Harita Nickel, sedang melangkah ke level yang lebih tinggi dalam peta pasokan global.

Mendapatkan sertifikasi RMAP dan IRMA bukanlah hal yang mudah karena mensyaratkan transparansi dari hulu hingga hilir,” ujar Almun yang juga Dosen Teknik Pertambangan Universitas Khairun ini.

Sepakat dengan Perhapi Pusat, Almun juga menyatakan bahwa tuntutan pasar internasional, seperti regulasi EU Battery Passport di Eropa hingga standar keterlacakan di Tiongkok, mewajibkan produk hilirisasi bebas dari stigma “nikel kotor”.

“Perhapi sepakat bahwa sertifikasi ESG global ini memang sesuatu yang sulit didapat. Tetapi jika Harita Nickel berhasil mengantongi sertifikat RMAP dan RMAP+ untuk unit bisnisnya, hal ini menjadi pembuktian bahwa praktik pertambangan di Maluku Utara mampu memenuhi kualifikasi ketat pasar dunia,” ujar Almun.

Senada, Koordinator Konsorsium Advokasi Tambang (KATAM) Maluku Utara Muhlis Ibrahim, turut memberikan pengakuan atas komitmen transformasi tata kelola lingkungan dan rantai pasok yang ditunjukkan Harita Nickel di Pulau Obi.

Menurut Muhlis, penerapan standar internasional tidak hanya berdampak pada internal perusahaan, melainkan memberi dorongan positif bagi ekosistem industri secara keseluruhan di wilayah Maluku Utara.

“Kami melihat bahwa kepatuhan terhadap standar ESG global ini memberikan angin segar bagi iklim investasi dan kepastian keberlanjutan di Maluku Utara. Ketika perusahaan berani diaudit oleh lembaga independen internasional dan mewajibkan seluruh mitranya mematuhi audit rantai pasok, itu menandakan adanya iktikad baik untuk membenahi tata kelola secara menyeluruh,” ungkap Muhlis.

Muhlis menekankan, komitmen bersama antara pelaku industri, asosiasi profesi, dan pengawas independen sangat penting agar manfaat operasional tambang berkelanjutan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Sebelumnya seperti dikutip dari Tempo, Wakil Ketua Perhapi Pusat Resvani, menyatakan raihan kualifikasi internasional RMAP, RMAP+ dan IRMA membutuhkan kerja keras serta pembuktian tata kelola yang nyata.

“Cukup sulit meraih standar itu. Kita harus memperlihatkan kemampuan membenahi tata kelola untuk masuk standar tersebut. Bagus jika Harita Nickel bisa mendapatkan sertifikat itu,” ungkap Resvani, yang saat ini juga tengah menyusun Standar ESG Industri Nikel untuk Indonesia.

Resvani menekankan keberhasilan menembus sertifikasi ini akan membawa dampak positif bagi persepsi dunia terhadap pengelolaan tambang di Tanah Air. Pertambangan Indonesia mampu memenuhi standar internasional sekaligus memperlihatkan praktik pertambangan terus bergerak menuju tata kelola yang lebih transparan, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. “Jangan dibilang Indonesia nikel ‘kotor lagi,” tutupnya.* (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel waidobanusantaraori.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tegas Ketua GMKI Halsel, Jangan Jadikan Laut Kawasi Arena Provokasi
Peringati Harpelnas 2026, Pimpinan BPJS Ketenagakerjaan Halsel Turun Langsung Layani Peserta
Ruang Laut Harita di Kawasi Dinyatakan Berizin, PSDKP Ingatkan Aksi Tetap Taat Hukum
GMNI Halsel Dukung Pernyataan Kadishub, Penyampaian Aspirasi di Laut Waspadai Risiko Keselamatan
Kadishub Halsel Imbau Pendemo di Perairan Kawasi Utamakan Keselamatan Pelayaran
Danramil 1509-02/Obi Klarifikasi Pemberitaan Dugaan Keterlibatan Anggota TNI dalam Kasus di Desa Tomori
Danramil 1509-02/Obi Klarifikasi Pemberitaan Dugaan Keterlibatan Anggota TNI dalam Kasus di Desa Tomori
Pusaka Publik.  Soroti Aksi di Laut Kawasi, Minta Semua Pihak Taat Hukum
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 07:50 WIT

Tegas Ketua GMKI Halsel, Jangan Jadikan Laut Kawasi Arena Provokasi

Jumat, 4 September 2026 - 05:57 WIT

Peringati Harpelnas 2026, Pimpinan BPJS Ketenagakerjaan Halsel Turun Langsung Layani Peserta

Kamis, 3 September 2026 - 16:22 WIT

Ruang Laut Harita di Kawasi Dinyatakan Berizin, PSDKP Ingatkan Aksi Tetap Taat Hukum

Rabu, 2 September 2026 - 12:36 WIT

GMNI Halsel Dukung Pernyataan Kadishub, Penyampaian Aspirasi di Laut Waspadai Risiko Keselamatan

Rabu, 2 September 2026 - 08:08 WIT

Kadishub Halsel Imbau Pendemo di Perairan Kawasi Utamakan Keselamatan Pelayaran

Berita Terbaru

Uncategorized

Tegas Ketua GMKI Halsel, Jangan Jadikan Laut Kawasi Arena Provokasi

Jumat, 4 Sep 2026 - 07:50 WIT