Penandatanganan MoU Eco Bhinneka Muhammadiyah dan DLH Halmahera Selatan Perkuat Kolaborasi Pengawasa dan Pengelolaan Sampah

- Penulis

Jumat, 24 April 2026 - 23:31 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

WaidobaNusantaraori.com  |Halsel – Komitmen bersama dalam memperkuat pengelolaan sampah berkelanjutan ditandai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Eco Bhinneka Muhammadiyah dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Halmahera Selatan dalam rangkaian kegiatan Diseminasi Policy Brief: Integrated Sustainable Waste Management (ISWM) Menuju Halmahera Selatan Bebas Sampah yang berlangsung di Ruang Aula Bappelitbangda Halmahera Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Fadila Syahril selaku Koordinator Eco Bhinneka Muhammadiyah Halmahera Selatan menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan langkah strategis untuk memastikan hasil kajian tidak berhenti sebagai dokumen semata. Ia menyampaikan bahwa persoalan sampah di Halmahera Selatan membutuhkan pendekatan yang lebih terintegrasi dan kolaboratif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Melalui MoU ini, kami ingin memastikan bahwa policy brief yang telah disusun benar-benar dapat diimplementasikan. Dengan produksi sampah yang mencapai sekitar 21,4 ton per hari, pendekatan yang masih bertumpu pada ‘angkut dan buang’ tidak lagi cukup. Dibutuhkan penguatan tata kelola, peningkatan layanan, serta keterlibatan aktif masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Selatan, Samsu Abubakar, menyambut baik kerja sama tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat program pengelolaan sampah di daerah. Ia menekankan bahwa tantangan geografis sebagai wilayah kepulauan turut memengaruhi keterbatasan layanan persampahan yang ada.

“Di tahun 2026 ini kita harus menargetkan pengelolaan 30 persen sampah. Ini menjadi tantangan bagi kami di daerah kepulauan, dengan kondisi sarana dan prasarana yang masih terbatas. Saat ini, di Kabupaten Halmahera Selatan hanya terdapat satu TPA di tingkat kabupaten, serta dua fasilitas di kawasan industri Obi,” jelasnya.

Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi titik awal dari kerja sama berkelanjutan dalam mendorong implementasi Integrated Sustainable Waste Management (ISWM) di Halmahera Selatan, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan secara aktif dan partisipatif.

(*Muklas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel waidobanusantaraori.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Matangkan Persiapan Pelantikan IKB Makayoa 10 Kabupaten Kota, Husein Said Soan Ke Ketua IKB Makayoa Provinsi
Menerima Kunjungan KPU, Partai Gelora Menyamakan Pemahaman Aturan Dan Pedoman Teknis
Sultan Bacan Diusul jadi Ketua Dewan Pembina IKB-Makayoa Halmahera Selatan
Polres Halsel dan Polda Malut Diminta Melindungi dan Tidak Menutup Atifitas Tambang Rakyat
DMI Halsel Serukan Persatuan dan Tegaskan Dukungan Penuh Terhadap Program Pemerintah
IKB-Makayoa Halsel Silaturahmi ke Kodim 1509/Labuha, Perkuat Sinergi dan Bahas Ancaman Karhutla
Lambatnya Penetapan WPR di Halsel Oleh Pemerintah, Jadi Sorotan Berbagai Pihak
Dengan Misi Kemanusiaan, IKB Makayoa Halsel Hadir Bagi-Bagi Masker Dampak Karhutla
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:51 WIT

Matangkan Persiapan Pelantikan IKB Makayoa 10 Kabupaten Kota, Husein Said Soan Ke Ketua IKB Makayoa Provinsi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:53 WIT

Menerima Kunjungan KPU, Partai Gelora Menyamakan Pemahaman Aturan Dan Pedoman Teknis

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:34 WIT

Sultan Bacan Diusul jadi Ketua Dewan Pembina IKB-Makayoa Halmahera Selatan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:02 WIT

Polres Halsel dan Polda Malut Diminta Melindungi dan Tidak Menutup Atifitas Tambang Rakyat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:48 WIT

DMI Halsel Serukan Persatuan dan Tegaskan Dukungan Penuh Terhadap Program Pemerintah

Berita Terbaru