HALSEL— Pembentukan Panitia Musda III IKB Makayoa Halse di Kota Ternate dinilai terkesan berpihak dan berpotensi mencederai Marwah Organisasi, hal ini di sampaikan oleh Koordinator Barisan Muda Makayoa Halmahera Selatan, Samsudin Calill, (Jum’at, 9/10/2026)
Menyoroti hal tersebut, Samsudin menilai pembentukan panitia organisasi sebesar Makayoa semestinya didahului tahapan konsolidasi yang matang, bukan dilakukan secara terburu-buru tanpa melibatkan seluruh unsur terkait secara proporsional. Jelas Sudin
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Makayoa bukan organisasi milik segelintir orang. Pembentukan panitia harus melalui tahapan konsolidasi yang matang, mekanisme yang jelas, serta kesepakatan bersama. Bukan tiba saat tiba akal, lalu panitia dibentuk se olah-olah semua persoalan sudah selesai,” tegas Sudin.
Ia mengingatkan agar pembentukan panitia tidak menjadi ruang bagi kepentingan politik kelompok atau individu tertentu. Menurutnya, Makayoa harus tetap menjadi wadah pemersatu masyarakat, bukan dijadikan alat untuk menjalankan agenda politik tertentu.
Jangan sampai organisasi sebesar Makayoa ditarik ke dalam kepentingan politik. Makayoa adalah milik bersama, bukan milik segelintir orang atau kelompok. Jangan korbankan persatuan hanya demi kepentingan sesaat,” tandasnya.
Atas kondisi tersebut, Samsudin mendesak agar seluruh struktur kepanitiaan yang telah dibentuk, termasuk ketua panitia dan seluruh divisi, diganti dan disusun kembali melalui konsolidasi menyeluruh.
Menurutnya, pembenahan tidak cukup dilakukan dengan mengganti beberapa posisi. Seluruh struktur harus dibentuk kembali melalui proses musyawarah yang terbuka, matang, dan melibatkan berbagai unsur Makayoa agar kepanitiaan memiliki legitimasi serta dukungan bersama.
Kalau ingin membesarkan Makayoa, hormati mekanisme organisasi. Ketua panitia dan seluruh divisi harus ditata kembali melalui konsolidasi yang matang. Jangan memaksakan keputusan yang justru berpotensi memicu perpecahan,” ujarnya.
Samsudin juga menegaskan bahwa, Halmahera Selatan seharusnya menjadi pusat konsolidasi pembentukan panitia Makayoa. Ia meminta seluruh pihak mengedepankan musyawarah, keterbukaan, dan kepentingan bersama sebelum menetapkan struktur kepanitiaan.
Organisasi besar harus dibangun dengan cara-cara yang besar pula. Lakukan konsolidasi, hormati mekanisme, dan jangan jadikan Makayoa sebagai alat kepentingan politik. Persatuan masyarakat harus menjadi prioritas,” tutup sudin. (Punkzul)









