Maraknya Fenomena Karhutla, Fransiska Menghimbau, Warga Tingkatkan Kewaspadaan Polusi Kebakaran Hutan

- Penulis

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:07 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL- Maraknya fenomena kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kerap terjadi, Sekertaris komisi II DPRD Kabupaten Halmahera Selatan, Fransiska Thendean, mengimbau kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap kualitas udara akibat dari dampak fenomena kebakaran yang terjadi di beberapa titik Halmahera Selatan.

“Akibat dari Kebakaran ini dipicu oleh cuaca ekstrem dan fenomena alam yang kadang sulit dihindari. Untuk itu, mari sama-sama kita tingkatkan kewaspadaan terhadap kualitas udara, terutama warga yang rentan,” Jelas Siska, Senin 12 Oktober 2026

Menurut Siska, kualitas udara di wilayah Halmahera Selatan saat ini secara umum berada pada kategori sedang berdasarkan rilis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Halmahera Selatan, parameter kualitas udara PM2,5 saat ini berada pada kategori sedang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indeks kualitas udara (IKU) makro dari Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan performa yang baik di angka 87,38, paparan partikulat harian di beberapa titik kecamatan berkisar di tingkat menengah.

Meski belum masuk pada tingkat ekstrem, kondisi ini tetap berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), khususnya bagi kelompok rentan dan sensitif terhadap polusi. tegas Siska

“Kami minta masyarakat terutama yang memiliki riwayat penyakit respirasi untuk memakai masker saat beraktivitas di luar rumah,” ujarnya

Iya menyebut langkah ini dipandang penting mengingat durasi pasti berakhirnya fenomena cuaca ekstrem ini belum dapat diprediksi.

Lanjut Siska, Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan agar terus melakukan langkah mitigasi pencegahan di lapangan.

Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah membuat kanalisasi serta mengarahkan warga yang bermukim di sekitar kawasan hutan untuk membuat sekat pembatas (bedeng) guna mencegah rembetan api ke pemukiman penduduk.

“Karena terdapat beberapa kawasan yang rumahnya berada dekat dengan pohon dan hutan sehingga paling tidak bisa membuat pembatas mengantisipasi rembetan api, sembari kita sama-sama berdoa dan berharap hujan segera turun untuk menstabilkan kondisi hutan dan lingkungan” tutup Siska

(Punkzul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel waidobanusantaraori.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Matangkan Persiapan Pelantikan IKB Makayoa 10 Kabupaten Kota, Husein Said Soan Ke Ketua IKB Makayoa Provinsi
Menerima Kunjungan KPU, Partai Gelora Menyamakan Pemahaman Aturan Dan Pedoman Teknis
Sultan Bacan Diusul jadi Ketua Dewan Pembina IKB-Makayoa Halmahera Selatan
Polres Halsel dan Polda Malut Diminta Melindungi dan Tidak Menutup Atifitas Tambang Rakyat
DMI Halsel Serukan Persatuan dan Tegaskan Dukungan Penuh Terhadap Program Pemerintah
IKB-Makayoa Halsel Silaturahmi ke Kodim 1509/Labuha, Perkuat Sinergi dan Bahas Ancaman Karhutla
Lambatnya Penetapan WPR di Halsel Oleh Pemerintah, Jadi Sorotan Berbagai Pihak
Dengan Misi Kemanusiaan, IKB Makayoa Halsel Hadir Bagi-Bagi Masker Dampak Karhutla
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:51 WIT

Matangkan Persiapan Pelantikan IKB Makayoa 10 Kabupaten Kota, Husein Said Soan Ke Ketua IKB Makayoa Provinsi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:53 WIT

Menerima Kunjungan KPU, Partai Gelora Menyamakan Pemahaman Aturan Dan Pedoman Teknis

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:34 WIT

Sultan Bacan Diusul jadi Ketua Dewan Pembina IKB-Makayoa Halmahera Selatan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:02 WIT

Polres Halsel dan Polda Malut Diminta Melindungi dan Tidak Menutup Atifitas Tambang Rakyat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:48 WIT

DMI Halsel Serukan Persatuan dan Tegaskan Dukungan Penuh Terhadap Program Pemerintah

Berita Terbaru