HALSEL- Maraknya fenomena kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kerap terjadi, Sekertaris komisi II DPRD Kabupaten Halmahera Selatan, Fransiska Thendean, mengimbau kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap kualitas udara akibat dari dampak fenomena kebakaran yang terjadi di beberapa titik Halmahera Selatan.
“Akibat dari Kebakaran ini dipicu oleh cuaca ekstrem dan fenomena alam yang kadang sulit dihindari. Untuk itu, mari sama-sama kita tingkatkan kewaspadaan terhadap kualitas udara, terutama warga yang rentan,” Jelas Siska, Senin 12 Oktober 2026
Menurut Siska, kualitas udara di wilayah Halmahera Selatan saat ini secara umum berada pada kategori sedang berdasarkan rilis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Halmahera Selatan, parameter kualitas udara PM2,5 saat ini berada pada kategori sedang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Indeks kualitas udara (IKU) makro dari Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan performa yang baik di angka 87,38, paparan partikulat harian di beberapa titik kecamatan berkisar di tingkat menengah.
Meski belum masuk pada tingkat ekstrem, kondisi ini tetap berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), khususnya bagi kelompok rentan dan sensitif terhadap polusi. tegas Siska
“Kami minta masyarakat terutama yang memiliki riwayat penyakit respirasi untuk memakai masker saat beraktivitas di luar rumah,” ujarnya
Iya menyebut langkah ini dipandang penting mengingat durasi pasti berakhirnya fenomena cuaca ekstrem ini belum dapat diprediksi.
Lanjut Siska, Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan agar terus melakukan langkah mitigasi pencegahan di lapangan.
Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah membuat kanalisasi serta mengarahkan warga yang bermukim di sekitar kawasan hutan untuk membuat sekat pembatas (bedeng) guna mencegah rembetan api ke pemukiman penduduk.
“Karena terdapat beberapa kawasan yang rumahnya berada dekat dengan pohon dan hutan sehingga paling tidak bisa membuat pembatas mengantisipasi rembetan api, sembari kita sama-sama berdoa dan berharap hujan segera turun untuk menstabilkan kondisi hutan dan lingkungan” tutup Siska
(Punkzul)









