WaidobaNusantaraori.com | Jakarta – Anggota DPRD Kota Ternate Nurjaya Hi. Ibrahim dari Fraksi Gerindra bongkar dugaan skandal SPPD Fiktif perjalanan dinas DPRD Kota Ternate
Ketua umum pengurus besar Forum Mahasiswa Maluku Utara Sejabotabek Reza A. Syadi mengapresiasi kader partai Gerindra tersebut, sebab dengan adanya sosok perempuan pemberani ibu Nurjaya sebagai anggota DPRD Kota ternate dapat mengawasi modus kejahatan yang sering tersimpan rapih tanpa di ketahui Publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal tersebut telah disampaikan Reza A. Syadik melalui rilis resminya kepada media ini, Sabtu 25/04/2026.
Reza menyampaikan, dilain sisi ada yang aneh setalah ramainya dugaan skandal SPPD fiktif di tubuh DPRD Kota Ternate, Sekwan DPRD Kota Ternate Aldi Ali malah terkesan kebakaran jenggot, dengan menantang untuk membuktikan, kata Reza.
Reza mencurigai jangan-jangan ada kaitannya dengan Aldi Ali, harusnya Sekwan Kota Ternate mensuport, kan logikanya konyol kalu Ibu Nujaya membuka kedok kejahatan SPPD Fiktif DPRD Kota Ternate harusnya beri dukungan.
Ibu Nurjaya DPRD Kota Ternate, tidak perlu hawatir dan takut, bongkar saja, jika kemudian ada bukti yang kaitanya dengan dugaan melibatkan siapa-siapa saja, kami tegas akan akan menggelar aksi besar-besara di jakarta dalam rangka meminta KPK segera tangkap actor di DPRD Kota ternate, tegas Reza.
Modus perjalanan dinas fiktif sering menjadi opsi yang sulit di bongkar, pola klasik korupsi melalui perjalanan dinas memang jarang disentuh oleh lembaga hukum seperti KPK, tetapi tidak ada yang tidak mungkin, kalaulah merugikan keuangan Negara ya pasti akan masuk dalam daftar penetapan tersangka oleh KPK.
Reza menegasakan kembali, dalam waktu dekat akan gelar demonstrasi di KPK, meminta KPK segera lakukan investigasi khusus, mendorong pengawasan ketat agar anggaran Negara jangan jadi ladang perampokan dengan modus perjalanan dinas DPRD Kota Ternate.
Ia juga akan medesak kepada KPK telusuri apa di balik kaitan stetment yang muncul dari Aldi Ali selaku Sekwan DPRD Kota Ternate, yang semacam memberi kesan adanya dugaan kekhawatiran, pasca Ibu Nurjaya membuka kedok kejahatan SPPD Fiktif DPRD Kota Ternate.
Ingat, bahwa secara kelembagaan, Sekretaris DPRD itu kan memiliki mandat menjaga netralitas dan profesionalitas, bahkan lebih dari itu juga melayani seluruh anggota DPRD tanpa kecuali, tandas Reza.
Kalaulah Sekwan yang bertugas mendukung fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan, malah masuk dalam pusaran konflik politik dan menantang salah satu fraksi ya tentu publik curiga, tutup Ketum Penurus Besar FORMMALUT Sejabotabek Reza A. Syadik. (Redaksi)








