Kasus Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD Malut Tersendat, Lira Desak Kejati Beri Kepastian Hukum

- Penulis

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:09 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

WaidobaNusantaraori.com | TERNATE – Kasus dugaan korupsi tunjangan pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Maluku Utara periode 2019–2024 hingga kini masih tersendat di meja penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara. Memasuki pertengahan tahun 2026, pihak Kejati menyatakan belum bisa menetapkan tersangka karena masih menunggu hasil audit resmi terkait perhitungan kerugian keuangan negara.

Keterangan tertundanya penetapan tersangka ini memantik reaksi keras dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Maluku Utara. Lira mendesak agar kejaksaan segera memberikan kepastian hukum demi menjaga kepercayaan publik dan menghindari spekulasi liar di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur Lira Maluku Utara, Said, menegaskan bahwa penanganan perkara ini harus diselesaikan secara transparan, profesional, dan akuntabel. Menurutnya, lambatnya kepastian hukum dalam kasus ini bisa mencederai semangat pemberantasan korupsi di daerah.

“Masyarakat membutuhkan kejelasan. Kami meminta Kejati Malut menyampaikan setiap perkembangan penanganan perkara ini secara terbuka kepada publik sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Said. Minggu (5/7/2026).

Guna mempercepat proses hukum, Said juga berharap adanya atensi langsung dari Kejaksaan Agung (Kejagung) RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk ikut mengawal jalannya kasus.

“Langkah tegas dan cepat dari Kejati sangat penting untuk mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta menjalankan maklumat Kepala Kejaksaan Agung RI dalam pemberantasan korupsi,” tambah Said.

Sebelumnya, tim penyidik Kejati Maluku Utara tercatat telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi kunci terkait kasus ini. Di antaranya adalah mantan Sekretaris Dewan (Sekwan), bendahara, serta Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Utara. Namun, kelanjutan kasus ini masih tertahan di tahapan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

(Kaperwil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel waidobanusantaraori.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tegas Ketua GMKI Halsel, Jangan Jadikan Laut Kawasi Arena Provokasi
Peringati Harpelnas 2026, Pimpinan BPJS Ketenagakerjaan Halsel Turun Langsung Layani Peserta
Ruang Laut Harita di Kawasi Dinyatakan Berizin, PSDKP Ingatkan Aksi Tetap Taat Hukum
GMNI Halsel Dukung Pernyataan Kadishub, Penyampaian Aspirasi di Laut Waspadai Risiko Keselamatan
Kadishub Halsel Imbau Pendemo di Perairan Kawasi Utamakan Keselamatan Pelayaran
Danramil 1509-02/Obi Klarifikasi Pemberitaan Dugaan Keterlibatan Anggota TNI dalam Kasus di Desa Tomori
Danramil 1509-02/Obi Klarifikasi Pemberitaan Dugaan Keterlibatan Anggota TNI dalam Kasus di Desa Tomori
Pusaka Publik.  Soroti Aksi di Laut Kawasi, Minta Semua Pihak Taat Hukum
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 07:50 WIT

Tegas Ketua GMKI Halsel, Jangan Jadikan Laut Kawasi Arena Provokasi

Jumat, 4 September 2026 - 05:57 WIT

Peringati Harpelnas 2026, Pimpinan BPJS Ketenagakerjaan Halsel Turun Langsung Layani Peserta

Kamis, 3 September 2026 - 16:22 WIT

Ruang Laut Harita di Kawasi Dinyatakan Berizin, PSDKP Ingatkan Aksi Tetap Taat Hukum

Rabu, 2 September 2026 - 12:36 WIT

GMNI Halsel Dukung Pernyataan Kadishub, Penyampaian Aspirasi di Laut Waspadai Risiko Keselamatan

Rabu, 2 September 2026 - 08:08 WIT

Kadishub Halsel Imbau Pendemo di Perairan Kawasi Utamakan Keselamatan Pelayaran

Berita Terbaru

Uncategorized

Tegas Ketua GMKI Halsel, Jangan Jadikan Laut Kawasi Arena Provokasi

Jumat, 4 Sep 2026 - 07:50 WIT