WaidobaNusantaraori.com | Halsel – Salah satu lobang galian biji emas yang terletak di lokasi tambang rakyat Desa Anggai Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Sekatan (Halsel) Provinsi Maluku Utra, sering terjadi sengketa oleh para penambang, kini kembali terjadi Gejolak Serius.
Sesuai hasil penelusuran oleh media ini dari berbagai sumber, bahwa lobang galian emas yang diklaim milik oleh salah satu pengusaha tambang (Lili Daeng Manapi) tersebut sudah berulang kali terjadi sengketa dan tidak ada penyelesaian yang pasti dari pihak yang berwewenang setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu sumber mengatakan, lobang galian tersebut awalnya dibuat dan dimiliki oleh Ibu Haniati Labani, yakni salah satu warga desa Sambiki Kecamatan Obi.
Lanjut sumber, kemudian terjadi kesepakatan jual beli antara pemilik lobang (Haniati Labani) dengan Ibu Lili Daeng Manapi yang saat ini diklaim selaku pemilik lobang galian tersebut.
Namun saat ini masih terjadi perselisihan yang serius antara Haniati Labani dan Lili Daeng Manapi dengan melibatkan pihak lain yang berkepentingan, ungkap sumber tersebut.
Sambungnya, kepada pihak yang berwewenang segera turun tangan dan secepatnya mengambil langkah pengamanan, bila tidak akan terjadi Gejolak yang sangat Serius sesuai pengamatan di lapangan.
Sengketa lobang tersebut sudah berulang kali dan beberapa kali terjadi korban fisik sebelumnya, ujar sumber.
Sementara itu, Haniati Labani selaku pemilik awal lobang galian tersebut saat dikonfirmasi media ini mengatakan, setelah ada kesepakatan jual beli, Ibu Lili tidak melaksanakan kewajibannya selaku pembeli (belum bayar), katanya kepada media ini, Kamis (26/03/2926).
Lanjutnya, Ibu Lili telah lalai dari kewajibannya selaku pembeli, yakni belum menyelesaikan pembayaran dan lalai dari kesepakatan awal, namun telah melakukan penjualan kembali kepada pihak lain dan bahkan memberikan kuasa kepada pihak lain untuk menguasai lobang galian tersebut selama beberapa bulan ini, sementara saya tidak dapat dapat dari hasil lobang itu, ungkap Haniati.
Karna saya merasa dirugikan, maka menqambil kembali hak saya tersebut dengan menutup galian lobang sebagai tanda melarang aktifitas oleh pihak Ibu Lili.
Kemarin saya sudah tutup, namun pihak Lili membuka kembali dan saya naik tutup lagi, kesal Haniati.
Saya bersumpah, sambungnya, akan terus melakukan perlawanan sampai titik darah yang terakhir, karena membuat sebuah lobang galian emas di lokasi itu memakan waktu yang cukup lama dan penuh dengan segala pengorbanan yang sangat serius, tegas Haniati.* (Redaksi)








