WaidobaNusantara.com | Halsel — Persoalan infrastruktur dasar dan dampak cuaca ekstrem menjadi perhatian utama dalam audiensi Himpunan Pelajar Mahasiswa Botang Lomang (HIPMABOL) bersama pemerintah desa se-Kecamatan Botang Lomang dengan Bupati Hallsel Bassam Kasuba.
Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Parovinsi Maluku Utara, Jum’at (30/01/2026).
Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara HIPMABOL dan Bupati Haisel dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan mahasiswa dalam mendorong percepatan pembangunan Kecamatan Botang Lomang, khususnya pembangunan infrastruktur penunjang ekonomi berbasis agromaritim.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pertemuan tersebut, audiensi dinilai sebagai langkah strategis untuk membangun komunikasi konstruktif antara pemerintah dan mahasiswa, sekaligus menyatukan persepsi pembangunan agar lebih berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat di tingkat kecamatan dan desa.
Bupati Halsel menegaskan, pentingnya peran pemerintah desa dalam mendukung keberadaan dan pengembangan organisasi kepemudaan, termasuk HIPMABOL, baik dari sisi kelembagaan maupun peningkatan kapasitas mahasiswa.
“HIPMABOL membutuhkan dukungan dari pemerintah desa dalam pengembangan organisasi dan diharapkan lebih intens membangun komunikasi serta terus mendukung program-program mahasiswa,” ujar Bupati.
Audiensi tersebut juga turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Halsel Zaki Abdul Wahab, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Halmahera Selatan, yang berlangsung dalam suasana dialogis dan kondusif.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum HIPMABOL Aprilyadi Agus menyampaikan, komitmen mahasiswa untuk terus berperan aktif mengawal pembangunan daerah dan menegaskan, bahwa salah satu usulan paling mendesak adalah kelanjutan pembangunan Jalan Lingkar Kecamatan Botang Lomang yang hingga kini belum sepenuhnya terealisasi.
Menurutnya, jalan lingkar memiliki peran strategis sebagai penghubung antarwilayah desa dan penopang utama aktivitas ekonomi masyarakat.
Apabila pembangunan belum dapat dilakukan hingga tahap pengaspalan atau lapen, mahasiswa mendorong agar setidaknya dilakukan pembukaan badan jalan dan pemadatan.
“Jalan lingkar ini sangat penting untuk mendukung pengembangan ekonomi dan program agromaritim di Botang Lomang,” tandas Aprilyadi.
Selain persoalan infrastruktur jalan, HIPMABOL juga menyoroti dampak cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir di Desa Kampung Baru. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan sedang hingga berat, termasuk kerusakan pada jembatan pelabuhan desa yang menjadi akses vital masyarakat.
“Kondisi ini menjadi prioritas kami untuk diusulkan agar segera mendapat perhatian dan penanganan dari Pemerintah Daerah, mengingat desa kampung baru adalah desa yang belum tersentuh oleh pembangunan kecamatan, karna kondisi geografis” ujar Aprilyadi.
Menanggapi usulan tersebut, Bupati Halmahera Selatan menegaskan, bahwa kebijakan pembangunan berbasis zonasi yang diterapkan pemerintah daerah tidak berarti mengabaikan kecamatan tertentu.
“Pembangunan berbasis zonasi bukan berarti pada tahun 2026–2027 kecamatan di Zona I tidak mendapatkan pembangunan. Pemerintah daerah tetap berupaya menyelesaikan pembangunan secara bertahap, dengan menyesuaikan kondisi dan kemampuan anggaran,” jelas Bassam Kasuba.
Bupati juga menyampaikan bahwa rekomendasi terkait Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan jembatan di Desa Kampung Baru telah menjadi perhatian pemerintah daerah dan saat ini sedang dalam proses pengurusan.
“Rekomendasi tersebut sudah didisposisi dan diserahkan kepada dinas-dinas terkait,” tegasnya.
Dalam audiensi tersebut, HIPMABOL menyampaikan sejumlah rekomendasi pembangunan prioritas tingkat kecamatan dan desa, meliputi:
1. Kelanjutan pembangunan Jalan Lingkar Kecamatan Botang Lomang.
2. Penyediaan air bersih di setiap desa.
3. Pembangunan jembatan utama di
3. Pembangunan jembatan utama di seluruh desa.
4. Penguatan jaringan listrik dan telekomunikasi
5. Realisasi Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau rumah layak huni di Desa Kampung Baru.
Rekomendasi tersebut diserahkan langsung kepada Bupati Halmahera Selatan dan mendapat respons positif dari pemerintah daerah.
Pembina HIPMABOL Muklas Adam mengatakan, mahasiswa menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Bupati Halmahera Selatan dalam menerima audiensi mahasiswa, pemerintah desa dan pemerintah kecamatan.
Sementara itu, Camat Botang Lomang Ismail Launuru, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Halmahera Selatan, serta menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah desa dan mahasiswa HIPMABOL dalam mendorong pembangunan Kecamatan Botang Lomang berbasis agromaritim.
Audiensi ini diharapkan menjadi fondasi awal terbangunnya kerja sama berkelanjutan antara pemerintah daerah, pemerintah desa dan mahasiswa, guna mendorong percepatan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kecamatan Botang Lomang.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan mahasiswa. (Redaksi)
Redaktur : Nur









