WaidobaNusantaraori.com | Halsel – Sultan Bacan ke-22 Muhammad Irsyad Maulana Syah diusul menjadi Ketua Dewan Pembina Ikatan Keluarga Besar Makian Kayoa (IKB-Makayoa) Halmahera Selatan, Maluku Utara.
Usulan ini disampaikan dalam agenda silaturrahmi di Kedaton Kesultanan Bacan, Senin (19/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam agenda silaturrahmi tersebut, jajaran pengurus IKB-Makayo Halmahera Selatan diterima oleh Jogugu Kesultanan Bacan Mohdar Arif dan dan Ketua Gemasuba Muhmmad Husni Muslim.
“Kami izi menyampaikan kalau Jou Sultan kami usul menjadi Ketua Dewan Pembina IKB-Makayoa,” kata Ketua Umum IKB-Makayoa Halmahera Selatan, H. Husen Said dalam silaturrahmi tersebut.
Husen menjelaskan bahwa sejatah berdirinya Kesultanan Bacan tidak lepas dari Makian dan Kayoa.
Dalam sejarah yang diceritakan, Kesultanan Bacan adalah cikal bakal dari Kesultanan yang ada di Desa Dauri, Kecamatan Pulau Makian.
Sultan pertama saat itu, Muhammad Sadi Al Bakir, kemudian hijrah dari Pulau Makian.
Melalui perjalanan kemaritaiman, Sultan Muhmmad Said Al Bakir bersama rombongannya sempat singgah di Talimau dan Bokimiake, Kayoa.
Perjalanan kemaritiman kemudian dilanjutkan ke Pulau Kasiruta, dan pada akhirnya di Pulau Bacan.
“Dari cerita sejarah ini, kita tentunya meyakini bahwa Kesultanan Bacan bagian dari kita orang-orang Makian dan Kayoa,” jelas Husen.
Husen juga menyampaikan pengurus IKB-Makayoa Halmahera Selatan periode 2026-2031 hasil musyawarah luar biasa ke III pada Minggu (11/10/2026) akan segera dilantik.
Pelantikan rencananya dihadiri oleh seluruh sesepuh Makayoa di Maluku Utara maupun di Jakarta, termasuk Wamentan Letjen TNI Muhmmad Saleh Mustafa.
“Insyaallah pelantikan kita pusatkan di UMKM Milenilan dan pengurus IKB-Makyoa dari 7 kabupaten/kota yang lain juga dilantik bersama di sini,” tandas Husen.
Menanggapi Sultan Bacan diusul menjadi Ketua Dewan Pembina IKB-Makayoa Halmahera Selatan, Ompu Jogugu Kesultanan Bacan, Mohdar Arif, menyambut baik.
Ia juga sependapat dengan H. Husen Said, bahwa Kesultanan Bacan punya kaitan erat dengan orang-orang Makian dan Kayoa.
“Kami akan sampaikan ini (usulan) ke beliau (Sultan). Kita juga ingin semua etnis ini menyatu, termasuk kita di Bacan, Makian dan Kayoa. Kita ini satu,” ujar Mohdar.
Mohdar juga berharap IKB-Makayoa Halmahera Selatan di bawah kepemimimpinan H. Husen Said mampu merangkul seluruh masyarakat Makian dan Kayoa dalam bingkai kekeluargaan.
“Saya lihat di media ada riak-riak bahw akan dilakukan musyawarah lagi. Muda-mudahan mereka ini juga dirangkuk, supaya IKB-Makayoa ini tetap satu, dan solid,” imbuhnya.* (Redaksi)









