Ada Permainan Harga Pertalite di SPBN Desa Baru Obi, Polisi diminta Periksa Pengelola

- Penulis

Selasa, 22 September 2026 - 02:09 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL – Penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan nonsubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Desa Baru, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, menuai sorotan tajam. Pengelola SPBN disinyalir menjual BBM di luar standar dan regulasi yang ditetapkan pemerintah.

Sejumlah nelayan, baik perorangan maupun kelompok, mengeluhkan sistem pelayanan dan penetapan harga di fasilitas pengisian tersebut. Sistem operasional SPBN diduga kuat menabrak Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Kami menilai sistem pelayanannya SPBN juga tidak sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP). Sebab harga pertalite yang dijual ke kami (nelayan) tidak sama rata. Kalau yang punya kartu barcode harganya Rp10.000 per liter dan yang tidak punya kartu barcode Rp11.000 per liter. Dan ini berlaku sudah lama,” ujar seorang nelayan setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Selain permainan harga, para nelayan mempertanyakan cepat tandasnya pasokan BBM di SPBN. Padahal, kuota tersebut sangat vital untuk menopang aktivitas melaut warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan kejanggalan dalam skema distribusi ini pun dibenarkan oleh koordinator pengelola SPBN Desa Baru Amang Hi Tahang. saat di konfirmasi media, Amang mengakui adanya variasi harga serta target penghabisan stok BBM dalam waktu singkat.

“Kami SPBN melayani tiga kelompok nelayan, di antaranya satu kelompok nelayan Jikotamo, dua kelompok nelayan Desa Baru, dan sisanya nelayan perorangan. Untuk satu kelompok kami kasih jatah penjualan satu ton jenis BBM Pertalite, sedangkan nelayan perorangan dapat 20 hingga 25 liter per orang dari total 15 ton minyak yang masuk, dengan harga penjualan Rp10.000 sampai Rp11.000 per liter. Sedangkan Pertamax kami jual dengan harga Rp18.000 per liter dari total 15 ton juga yang masuk,” jelas Amang saat dikonfirmasi di kediamannya, Senin (16/9/2026).

Amang menambahkan, pengelola sengaja memacu kecepatan penyaluran BBM jenis Pertalite agar segera ludes. “Dan sistem penjualan kami SPBN untuk BBM jenis Pertalite, ketika stok masuk kami usahakan harus habis penjualan dalam waktu satu hari dan paling lambat dua hari,” lanjut Amang.

Dampak cepat menguapnya pasokan BBM ini turut dirasakan warga profesi lain. Sejumlah pengemudi ojek dari beberapa desa di Kecamatan Obi mengaku kerap gigit jari karena tak kebagian BBM, meski pengisian baru dibuka sehari.

Atas rentetan dugaan penyimpangan tersebut, warga mendesak Kepolisian Resor Halmahera Selatan dan dinas terkait turun tangan. APH diminta segera memanggil dan memeriksa manajer atau penanggung jawab SPBN Desa Baru atas dugaan praktik melawan hukum dalam tata kelola BBM subsidi. (Punkzul/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel waidobanusantaraori.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kodim 1509/Labuha Gelar Upacara Peringatan HUT TNI ke 81, Sampaikan Amanat Panglima
Penghinaan dan Penghalangan Peliputan Wartawan Telah Dilaporkan ke Polres Oleh DPD SWI Halsel
DPD SWI Halsel Kecam Dugaan Penghinaan terhadap Wartawan, Haris Dialy Desak Polres Usut Tuntas
Sengketa Tanah Yang Ditempati Pedagang Pasar Telah Diadukan ke Pemdes Labuha
Sengketa Lahan di Pasar Moderen Labuha yang di tempati para Pedagang kini mulai ada Titik Terang setelah di Tangani oleh Pemdes Labuha
Sengketa Lahan di Pasar Moderen Labuha yang di tempati para Pedagang kini mulai ada Titik Terang setelah di Tangani oleh Pemdes Labuha
Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim 1509/Labuha Gelar Anjangsana dan Bagikan Sembako kepada Warga Kurang Mampu
Turnamen Domino Kodim 1509/Labuh Resmi di Tutup, Ini Wadah Olahraga Menuju Jenjang Presentasi yang Lebih Tinggi
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 05:44 WIT

Kodim 1509/Labuha Gelar Upacara Peringatan HUT TNI ke 81, Sampaikan Amanat Panglima

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:07 WIT

Penghinaan dan Penghalangan Peliputan Wartawan Telah Dilaporkan ke Polres Oleh DPD SWI Halsel

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:49 WIT

DPD SWI Halsel Kecam Dugaan Penghinaan terhadap Wartawan, Haris Dialy Desak Polres Usut Tuntas

Selasa, 29 September 2026 - 11:09 WIT

Sengketa Tanah Yang Ditempati Pedagang Pasar Telah Diadukan ke Pemdes Labuha

Selasa, 29 September 2026 - 07:57 WIT

Sengketa Lahan di Pasar Moderen Labuha yang di tempati para Pedagang kini mulai ada Titik Terang setelah di Tangani oleh Pemdes Labuha

Berita Terbaru