WaidobaNusantaraori.com | Halsel – Kecelakaan kerja fatal kembali terjadi di kawasan pertambangan emas rakyat di Desa Anggai, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara.
Seorang penambang rakyat asal Gorontalo dilaporkan menjadi korban meninggal setelah terkontak aliran listrik (setrum) saat sedang beraktivitas di dalam lubang galian emas, Selasa (18/08/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini di lapangan melalui saluran telepon, insiden ini terjadi di lokasi lubang tambang milik salah satu pengusaha lokal berinisial (S).
Korban yang berasal dari Gorontalo tersebut diduga tersengat aliran listrik yang bersumber dari jaringan instalasi kelistrikan yang terhubung ke area kerja lubang galian.
Kondisi lingkungan tambang bawah tanah yang lembap dan basah diduga kuat mempercepat hantaran arus listrik, sehingga korban tidak dapat menyelamatkan diri saat terjadi kontak.
Pasca kejadian korban langsung dievakuasi oleh rekan-rekan sesama penambang dari dalam lubang untuk mendapatkan tindaklanjut oleh medis, kata salah satu sumber yang tidak mau disebutkan namanya.
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sektor pertambangan rakyat.
Penggunaan instalasi listrik swadaya di area tambang bawah tanah tanpa pengawasan teknis yang memadai, menyebabkan sering kali menjadi pemicu utama kecelakaan kerja yang mengancam nyawa para pekerja.
Pihak keluarga dan perwakilan pekerja berharap ada tindak lanjut yang transparan terkait investigasi penyebab pasti korsleting listrik ini, ungkap sumber tersebut.
Hingga rilis ini dikeluarkan, pihak berwenang setempat diharapkan segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan kronologi dan memeriksa kelayakan jalur kelistrikan di lokasi tambang tersebut guna mencegah jatuhnya korban susulan di masa mendatang.
Media ini akan kembali tayang berita selanjutnya, setelah mendapat keterangan resmi dari petugas yang berwewenang setempat.* (Redaksi)







