WaidobaNusantaraori.com | Halsel – Disnakertrans Kabupten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara diprogramkan terkait tenaga kerja lokal, di duga hanya menjadi sorga telinga bagi pencari kerja lokal, karna sampai saat ini belum ada kepastian bagi pencari kerja dan ini merupakan salah satu titik gelap bagi pencari kerja, khususnya bagi pencari kerja lokal yang di rekrut oleh dinas terkait.
Karena ampai saat ini masih belum ada informasi yang akurat dari panitia penerimaan yang di lakukan secara online maupun offline line maupun manual.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal tersebut jadi sorotan tajam oleh publik, sebagaimana tekah diungkapkan oleh Ketua GMNI Halsel Munawir Mandar, bahwa setiap pencari kerja yang telah terdaftar pada Dinas Nakertrans, baik itu skil maupun non skil cukup banyak diterima mendaftar, namun sampai sekarang banyak yang belumm juga di panggil, ungkap Munawir kepada media ini, Kamis (02/07/2026).
Munawir juga menjelaskan, bahwa kebijakan yang diambil oleh dinas terkait tersebut itu merupakan sebuah peluang bagi pencari kerja, khususnya bagi para tenaga kerja lokal, akan tetapi fakta di lapangan hanya menjadi sorga telinga bagi pencari kerja, khususnya bagi tenaga kerja lokal.
Menurutnya, Disnakertrans Halsel tidak komitmen dengan beberapa pihak perusahaan yang ada di Halmahera Selatan terutama di Obi, jelas Munawir.
Munawir juga meminta kepada pemerintah daerah Haksel, harus konsisten, bukan sekedar informasi yang menjadi sorga telinga bagi pencari kerja,
Ada beberapa pencari kerja lokal yang menjelaskan, bahwa setelah kami mendaftar, panitia hanya bilang tunggu saja, nanti di hubungi jika di perlukan.
Menurut kami, kami hanya di jadikan sebagai pelengkap administrasi, tapi bukan sebagai kebutuhan pihak perusahaan dan kalau pihak perusahaan belum menerima karyawan, kenapa harus di buka pendaftaran, ungkp mereka.
Kami yg mendaftar hampir 500 orang belum ada kejelasan sampai saat ini, kami hanya tunggu dan menunggu sampai kapan,jelas Munawir atas keluhan mereka.
Munawir menyampaikan, sudah terjadi berulang-ulang kali yang dilakukan oleh dinas terkait, yang seharusnya menjadi perhatian serius, tapi kini terulang kembali dan bahkan penerimaan tenaga kerja lokal kali ini yg di lakukan oleh dinas terkait lebih parah dari yg sebelumnya.
Karena kali ini lebih tertutup soal informasi, hanya di berikan waktu menunggu dan menunggu, kesal ketua GMIN Halsel Munawir Mandar.* (Redaksi)









