WaidobaNusantaraori.com |Halsel Disnaker, memberikan informasi terkait tenaga kerja lokal di duga hanya menjadi sorga telinga bagi pencari kerja,karna sampai saat ini blm ada kepastian bagi pencari kerja.ini merupakan salah satu titik gelap bagi pencari kerja khususnya bagi pencari kerja lokal yang di rekrut oleh dinas terkait.sebab sampai saat ini masih blm ada informasi yg akurat dari panitia penerimaan yg di lakukan secara online maupun offline line,atau manual.ketua GMNI Halsel Munawir mandar.juga menjelaskan bahwa setiap pencari kerja yang telah terdaftar dinas Nakertrans baik,skil maupun non skil, itu sampai sekarang blm juga di panggil ungkap Munawir mandar, beliau juga menjelaskan bahwa padahal kebijakan yang diambil oleh dinas itu merupakan sebuah peluang bagi pencari kerja Lokal, akan tetapi fakta di lapangan hanya menjadi sorga telinga bagi pencari kerja khususnya bagi tenaga kerja lokal,jadi menurut ketua GMNI Halsel Munawir mandar, bahwa Disnaker tidak komitmen dengan beberapa pihak perusahaan yang ada di Halmahera Selatan terutama di Obi,ketua GMNI Halsel Munawir mandar juga meminta kepada pemerintah daerah setempat harus konsisten bukan sekedar informasi yang menjadi sorga telinga bagi pencari kerja lokal.ada beberapa pencari kerja lokal yang menjelaskan bahwa setelah kami mendaftar panitia hanya bilang bahwa tunggu saja nanti di hubungi jika di perlukan.jadi menurut kami berarti kami hanya di jadikan sebagai pelengkap administrasi tapi bukan sebagai kebutuhan pihak perusahaan .dan kami menganggap bahwa kalau pihak perusahaan blm menerima karyawan kenapa harus di buka pendaftaran.ungkpanya,kami yg mendaftar hampir 500 orang blm ada kejelasan sampai saat ini menurut Munawir mandar.hal ini sudah terjadi berulang-ulang kali yg di lakukan oleh dinas terkait yg seharusnya menjadi perhatian serius kini terulang kembali bahkan penerimaan tenaga kerja lokal kali ini yg di lakukan oleh dinas terkait lebih parah dari yg sebelumnya.karn kali ini lebih tertutup soal informasi, sebab hanya di berikan waktu menunggu dan menunggu,
(Kaperwil)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT









