WaidobaNusantaraori.com |LSM LIRA – Maluku Utara mengapresiasi capaian Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang berhasil memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025. Raihan ini menunjukkan adanya perbaikan dalam penyajian laporan keuangan dan kepatuhan terhadap standar akuntansi pemerintahan.
Namun demikian, LSM LIRA menegaskan bahwa opini WTP bukanlah ukuran keberhasilan pembangunan daerah secara menyeluruh. WTP hanya menilai kewajaran penyajian laporan keuangan, bukan ukuran kesejahteraan masyarakat, keberhasilan program pemerintah, maupun jaminan bebas dari praktik korupsi dan penyimpangan anggaran. Hal ini juga ditegaskan oleh BPK bahwa opini WTP tidak berarti suatu daerah bebas dari tindak pidana korupsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Faktanya, meskipun Pemprov Maluku Utara memperoleh WTP, BPK masih menemukan sejumlah temuan dalam pengelolaan keuangan daerah Tahun Anggaran 2025, termasuk ketidaktepatan klasifikasi anggaran dan kelebihan pembayaran belanja yang harus segera ditindaklanjuti.
Bagi masyarakat Maluku Utara, indikator keberhasilan pemerintah bukan hanya WTP, tetapi juga:
1. Stabilitas harga bahan pokok dan daya beli masyarakat.
2. Penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.
3. Peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan.
4. Ketersediaan infrastruktur dasar di wilayah kepulauan.
5. Transparansi dan akuntabilitas penggunaan APBD.
6. Penyelesaian berbagai persoalan pelayanan publik yang masih dikeluhkan masyarakat.
LSM LIRA Maluku Utara mendorong Pemerintah Provinsi Maluku Utara agar tidak menjadikan WTP sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai instrumen untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga ke pulau-pulau terluar.
Karena pada akhirnya, keberhasilan pemerintah tidak hanya diukur dari opini WTP, tetapi dari sejauh mana kesejahteraan masyarakat Maluku Utara dapat meningkat secara nyata. Ucap said gubernur lsm lira malut.
(Kaperwil)









