Perempuan di Pulau Obi Bangun Kebun Hortikultura Mandiri

- Penulis

Senin, 1 Juni 2026 - 08:04 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

WaidobaNusantara.com | Halsel – Halmahera Selatan, 1 Juni 2026 – Di tengah berbagai perdebatan mengenai industri nikel di Pulau Obi yang kembali mencuat dalam beberapa waktu terakhir, aktivitas masyarakat di desa-desa lingkar kawasan industri tetap berjalan seperti biasa.

Di Desa Soligi dan Kawasi, misalnya, puluhan perempuan yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) masih rutin mengelola kebun hortikultura yang dalam beberapa tahun terakhir mulai menjadi sumber tambahan penghasilan keluarga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di atas lereng-lereng perbukitan desa, kangkung, cabai, kacang panjang, timun, hingga bayam tumbuh di atas bedeng-bedeng tanah yang dikelola secara bersama.

Beberapa tahun lalu, sebagian besar perempuan di kedua desa tersebut belum mengenal budidaya hortikultura secara teratur. Pertanian lebih banyak dilakukan secara tradisional dan bergantung pada pola kebun turun-temurun. Kini, sebagian hasil panen mulai dipasarkan ke kebutuhan lokal dan Kawasan Industri Obi yang dikelola Harita Nickel.

“Kami tanam sayur, cabai, kacang panjang. Sayur dikirim ke perusahaan dua kali seminggu,” ujar Ketua KWT Soligi, Jahariya.

Pendampingan melalui program Sekolah Ladang mulai dilakukan beberapa tahun terakhir untuk membantu kelompok perempuan desa mempelajari teknik budidaya hortikultura secara lebih teratur, mulai dari penyemaian bibit, pengelolaan lahan, hingga pengendalian hama.

Community Development Supervisor Harita Nickel, Albertus Darukumara, mengatakan sebagian besar anggota kelompok merupakan ibu rumah tangga yang ingin membantu meningkatkan pendapatan keluarga.

“Karena banyak laki-laki bekerja di perusahaan atau melaut, ibu-ibu ingin ikut membantu ekonomi keluarga melalui pertanian,” ujarnya.

Menurut Albertus, pendekatan yang dilakukan di lapangan tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga membantu kelompok perempuan desa membangun pola pertanian yang dapat dikelola secara berkelanjutan.

Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara sekaligus Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Maluku Utara, Syaiful Bahry, menilai keterlibatan perempuan dalam aktivitas produktif di tingkat desa memiliki dampak sosial yang cukup penting bagi masyarakat.

Menurutnya, ruang partisipasi yang tumbuh melalui aktivitas ekonomi produktif dapat memperkuat hubungan sosial, rasa percaya diri, serta posisi perempuan dalam keluarga maupun lingkungan sekitar.

“Ketika perempuan mulai memiliki ruang untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi produktif, dampaknya bukan hanya pada tambahan penghasilan, tetapi juga tumbuhnya kemampuan mengambil peran dalam keluarga maupun lingkungan sosialnya,” ujar Syaiful.

Ia menilai pendekatan pemberdayaan masyarakat yang disertai pendampingan dan ruang belajar yang berkelanjutan dapat membantu masyarakat mengembangkan kapasitas serta potensi ekonomi lokal secara lebih mandiri.

Saat ini kelompok perempuan di Soligi dan Kawasi mulai membudidayakan berbagai jenis sayuran dengan kualitas panen yang lebih baik dan pasokan yang lebih stabil.

Ketua KWT Kawasi, Thofiya, mengaku hasil panen dari lahan mereka di Akelamo membantu kebutuhan pendidikan keluarga.

“Kami bersyukur dari hasil panen bisa bantu biaya sekolah cucu sampai lulus SMA di Bacan,” katanya.

Tokoh masyarakat Desa Soligi, Abu Jaya, menilai keberadaan kelompok perempuan tani mulai membawa perubahan di tengah masyarakat desa.

“Sekarang ibu-ibu sudah mulai punya kegiatan tetap. Mereka juga mulai belajar mengelola kebun secara kelompok,” ujarnya.

Di tengah berbagai diskusi mengenai industri nikel di Pulau Obi, aktivitas kelompok wanita tani di Soligi dan Kawasi menunjukkan bahwa kehidupan sosial masyarakat di desa tetap berjalan dan berkembang dalam bentuk yang tidak selalu terlihat dari perdebatan yang muncul di ruang publik.* (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel waidobanusantaraori.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelantikan Pengurus DPP SWI Dirangkaikan Dengan Kegiatan Green Impact 2026
Direktur PDAM Halsel, Tunggakan Pembayaran Rekening Air Sebesar 6,6 Miliar Mempersulit Opersional 
GMKI Cabang Bacan Titip Harapan bagi Muhlis Usman, Dorong Kepemimpinan Kolaboratif di GP Ansor Halsel
GMKI Cabang Bacan Titip Harapan bagi Muhlis Usman, Dorong Kepemimpinan Kolaboratif di GP Ansor Halsel
Tanggap Cuaca, Memitigasi Iklim di Bumi Saruma kabupaten Halsel,
Orang Tua Korban Pembubuhan Zulfikar, Harapan Terakhir Kami Hanyalah Berimbang Kehilangan Nyawa Pada Putusan Pengadilan
Rapat Panitia SWI GI 2026, Mantapkan Persiapan Kegiatan Prtengahan Bulan Juli Mendatang
Pemuda dan Masyarakat Desa Silang Gelar Bakti Sosial, Wujudkan Kepedulian terhadap Lingkungan
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 08:24 WIT

Pelantikan Pengurus DPP SWI Dirangkaikan Dengan Kegiatan Green Impact 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:30 WIT

Direktur PDAM Halsel, Tunggakan Pembayaran Rekening Air Sebesar 6,6 Miliar Mempersulit Opersional 

Jumat, 17 Juli 2026 - 05:02 WIT

GMKI Cabang Bacan Titip Harapan bagi Muhlis Usman, Dorong Kepemimpinan Kolaboratif di GP Ansor Halsel

Jumat, 17 Juli 2026 - 04:41 WIT

GMKI Cabang Bacan Titip Harapan bagi Muhlis Usman, Dorong Kepemimpinan Kolaboratif di GP Ansor Halsel

Rabu, 15 Juli 2026 - 00:35 WIT

Tanggap Cuaca, Memitigasi Iklim di Bumi Saruma kabupaten Halsel,

Berita Terbaru

Uncategorized

Tanggap Cuaca, Memitigasi Iklim di Bumi Saruma kabupaten Halsel,

Rabu, 15 Jul 2026 - 00:35 WIT