DEWAN PIMPINAN CABANG GMNI HALMAHERA SELATAN, Momentum Hardiknas 2026: GMNI Halsel Tegaskan pendidikan Harus jadi Alat Pembebasan,bukan komoditas

- Penulis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 02:25 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

WaidobaNusantaraori.com | Halsel -Momentum Hardiknas 2026: GMNI Halsel Tegaskan Pendidikan Harus Jadi Alat Pembebasan, Bukan Komoditas

Halmahera Selatan, 2 Mei 2026 — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh setiap 2 Mei, bertepatan dengan hari kelahiran Ki Hajar Dewantara, kembali menjadi momentum refleksi nasional atas arah dan wajah pendidikan Indonesia hari ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Halmahera Selatan menilai bahwa pendidikan Indonesia masih dihadapkan pada persoalan mendasar: ketimpangan akses, komersialisasi pendidikan, serta rendahnya kualitas pendidikan di wilayah-wilayah pinggiran.

Ketua DPC GMNI Halmahera Selatan, Yusri Dukomalamo, menegaskan bahwa Hardiknas tidak boleh direduksi menjadi sekadar seremoni tahunan tanpa arah perubahan yang jelas.

“Hari Pendidikan Nasional harus menjadi titik balik. Pendidikan adalah hak fundamental rakyat, bukan barang dagangan. Jika pendidikan terus dikomersialisasi, maka yang terjadi adalah reproduksi ketidakadilan sosial,” tegas Yusri.

Menurutnya, cita-cita besar Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan yang memerdekakan justru semakin menjauh dari realitas. Banyak anak bangsa masih kesulitan mengakses pendidikan layak, sementara biaya pendidikan terus meningkat dan membebani rakyat kecil.

GMNI Halmahera Selatan juga menyoroti lemahnya keberpihakan negara dalam memastikan pemerataan pendidikan, khususnya di daerah terpencil. Infrastruktur pendidikan yang belum memadai, minimnya tenaga pengajar, serta kualitas pembelajaran yang belum merata menjadi bukti bahwa negara belum sepenuhnya hadir.

“Negara tidak boleh absen. Pendidikan harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar janji politik. Tanpa pendidikan yang adil dan merata, mustahil kita bicara tentang kemajuan bangsa,” lanjutnya.

Sebagai organisasi kader ideologis yang berlandaskan Marhaenisme, GMNI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu pendidikan sebagai bagian dari perjuangan rakyat. Pendidikan, dalam perspektif Marhaenisme, adalah alat pembebasan untuk mengangkat derajat kaum tertindas dari kemiskinan dan kebodohan.

Di akhir pernyataannya, Yusri mengajak seluruh elemen bangsa—terutama kaum muda—untuk tidak hanya memperingati Hardiknas, tetapi juga mengambil peran aktif dalam memperjuangkan sistem pendidikan yang berpihak pada rakyat.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Sudah saatnya kita memastikan pendidikan benar-benar menjadi alat pembebasan, bukan alat penindasan yang halus. Pendidikan harus memerdekakan” tutupnya.

*Muklas*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel waidobanusantaraori.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Matangkan Persiapan Pelantikan IKB Makayoa 10 Kabupaten Kota, Husein Said Soan Ke Ketua IKB Makayoa Provinsi
Menerima Kunjungan KPU, Partai Gelora Menyamakan Pemahaman Aturan Dan Pedoman Teknis
Sultan Bacan Diusul jadi Ketua Dewan Pembina IKB-Makayoa Halmahera Selatan
Polres Halsel dan Polda Malut Diminta Melindungi dan Tidak Menutup Atifitas Tambang Rakyat
DMI Halsel Serukan Persatuan dan Tegaskan Dukungan Penuh Terhadap Program Pemerintah
IKB-Makayoa Halsel Silaturahmi ke Kodim 1509/Labuha, Perkuat Sinergi dan Bahas Ancaman Karhutla
Lambatnya Penetapan WPR di Halsel Oleh Pemerintah, Jadi Sorotan Berbagai Pihak
Dengan Misi Kemanusiaan, IKB Makayoa Halsel Hadir Bagi-Bagi Masker Dampak Karhutla
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:51 WIT

Matangkan Persiapan Pelantikan IKB Makayoa 10 Kabupaten Kota, Husein Said Soan Ke Ketua IKB Makayoa Provinsi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:53 WIT

Menerima Kunjungan KPU, Partai Gelora Menyamakan Pemahaman Aturan Dan Pedoman Teknis

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:34 WIT

Sultan Bacan Diusul jadi Ketua Dewan Pembina IKB-Makayoa Halmahera Selatan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:02 WIT

Polres Halsel dan Polda Malut Diminta Melindungi dan Tidak Menutup Atifitas Tambang Rakyat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:48 WIT

DMI Halsel Serukan Persatuan dan Tegaskan Dukungan Penuh Terhadap Program Pemerintah

Berita Terbaru