Wujudkan Inklusivitas dan ESG, Harita Nickel Percayakan Posisi Strategis pada Perempuan Lokal

- Penulis

Rabu, 22 April 2026 - 05:41 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

WaidobaNusantaraori.com | Hqlael – Industri pertambangan dan peleburan logam kerap dicitrakan sebagai dunia maskulin yang keras, bising, dan berisiko tinggi. Namun, di lanskap operasional Harita Nickel di Pulau Obi, Halmahera Selatan, narasi tersebut perlahan berubah. Emansipasi kini tak sekadar wacana, melainkan mewujud dalam dedikasi deretan perempuan tangguh.

Mereka tidak hanya memegang kendali strategis di garis terdepan penjaga keselamatan kerja dan kelestarian ekosistem, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam merajut harmoni sosial dengan masyarakat. Kisah mereka membuktikan bahwa di industri yang secara tradisional didominasi laki-laki, ruang untuk berkarya dan memimpin secara setara itu nyata adanya. Di sini, kesempatan tak lagi diukur dari gender, melainkan kompetensi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Putri Daerah di Garis Depan: Menjaga Harmoni dan Keselamatan

Kehadiran putri asli daerah di posisi strategis menjadi representasi terkuat dari inklusivitas di Harita Nickel. Margarita Luwudara dan Yufita Tuhuteru adalah dua srikandi asli Pulau Obi yang memegang kendali penting di dua denyut nadi perusahaan: sosial dan teknis operasional.

Margarita, yang menjabat sebagai Community Relations Superintendent PT Trimegah Bangun Persada (TBP) Tbk, telah menjadi jembatan krusial antara perusahaan dan masyarakat sejak 2018. Sebagai warga Kawasi, desa lingkar utama operasional perusahaan, Rita membawa perspektif lokal yang empatik dalam memastikan setiap program sosial berjalan tepat sasaran.

“Sebagai anak Obi, saya bersyukur atas dukungan perusahaan. Ini berdampak besar bagi masa depan kami, dan saya berharap generasi muda Obi berani bermimpi,” ujar Rita. Baginya, peran ini bukan sekadar profesi, melainkan jalan untuk memberdayakan tanah kelahirannya.

Jika Rita merawat harmoni sosial, Yufita Tuhuteru mengawal garis keras teknis yang berisiko tinggi. Sebagai Process Safety Engineer PT Halmahera Persada Lygend (PT HPL), perempuan asli Desa Soligi ini memegang kendali keselamatan proses di pabrik penghasil bahan baku baterai kendaraan listrik.

Berbekal gelar magister kimia dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yufita memastikan seluruh instalasi aman dari skenario fatal. Baginya, menjaga keamanan pabrik bukan sebatas mematuhi standar operasi, melainkan wujud cinta dalam melindungi rekan kerja sekaligus warga desa kelahirannya dari berbagai risiko.

Menjinakkan Tantangan Alam demi Kelestarian

Operasional pertambangan selalu berjalan berdampingan dengan alam. Bagi PT TBP Tbk., curah hujan yang tinggi di Pulau Obi adalah tantangan harian yang menuntut ketelitian ekstra. Di titik kritis inilah Esmar Sulea Datu Lalong, Senior Mine Hydrology Engineer, dan Mira Marlinda, Environment Supervisor, mengambil peran.

Mereka memikul tanggung jawab vital dalam mengelola air limpasan (run-off). Salah satu fokusnya ada di kolam pengendapan (sediment pond) Tugu Raci 2 yang membentang seluas 43 hektar. “Kualitas air dikontrol secara ketat melalui metode fisika dan kimia agar memenuhi baku mutu sebelum dialirkan kembali ke alam,” terang Esmar dan Mira.

Tantangan serupa namun di ranah berbeda dihadapi oleh Rahma Maulida. Sebagai Laboratory Assistant Engineer di fasilitas Dry Stack Tailing Facility (DSTF) PT HPL, Rahma bertugas mengawal kualitas air di area penempatan sisa hasil pengolahan. Pemantauan ketat di titik masuk (inlet) dan keluar (outlet) dilakukannya setiap hari demi memastikan operasional terbebas dari potensi pencemaran dan longsor.

Dari konservasi pesisir hingga budaya kepatuhan kepedulian terhadap kelestarian Alam tidak berhenti di area tambang, Namun di tarik jauh hingga ke wilayah pesisir oleh putri wulandari. Sebagai Environment marine Foreman dan Alumni universitas Khairun ternate,Wulan memimpin Pangkah nyata pemulihan ekosistem melalui penanaman mangrove pemasangan media tumbuh karang, hingga pemantauan kualitas laut secara berkala di kawasan industri Obi pada akhirnya,seluruh upaya  penjagaan dari hulu ke hilir diikat oleh satu fondasi mutlak:

Budaya kepatuhan,di pabrik peleburan PT Halmahera Jaya ferronikel (HJF) pengawasan ini berada di tangan Claudia kowass,sebagai Occupational Health And safety Compliance Sistem Staff, Alumnus universitas Sam Ratulangi ini memastikan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) benar-benar dihidupkan, bukan sekedar tumpukan dokumen Administratif. Kepatuhan adalah mutlak. Ini adalah nyawa yang menjamin setiap pekerja bisa pulang kepada  keluarganya dengan selamat. Tegas klaudia.kehadiran perempuan di pos-pos krusial Operasional Harita Nikel ini bukan sebuah Anomali, melainkan cerminan wajah baru industri pertambangan. Seperti yang di catat oleh direktur Eksekutif indonesia Mining Association (Ima) Hendra sinadia, peran perempuan di sektor tambang kini berkembang, Di Harita. pesat hingga menembus level  pimpinan. Di Harita nickel,para srikandi ini membuktikan satu hal: mereka hadir bukan untuk memenuhi kuota.mereka adalah pengambilan keputusan.perawat harmoni sasoial,mitigasi resiko dan garda terdepan terdepan yang memastikan seluruh lini oprasional berjalan selaras dengan komitmen perusahan terhadap pengembangan manusia,pelestarian alam,dan kesejahteraan masyarakat lingkar tambang.Margarita Luwudara warga desa kawasi lingkar utama Harita Nikel di pulau obi,memimpin tim perusahan dalam menjaga Harmoni dengan masyarakat lingkar tambang* (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel waidobanusantaraori.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG  Labuha : Edukasi Cuaca dan Pengenalan Kampus STMKG
Pelantikan Pengurus DPP SWI Dirangkaikan Dengan Kegiatan Green Impact 2026
Direktur PDAM Halsel, Tunggakan Pembayaran Rekening Air Sebesar 6,6 Miliar Mempersulit Opersional 
GMKI Cabang Bacan Titip Harapan bagi Muhlis Usman, Dorong Kepemimpinan Kolaboratif di GP Ansor Halsel
GMKI Cabang Bacan Titip Harapan bagi Muhlis Usman, Dorong Kepemimpinan Kolaboratif di GP Ansor Halsel
Tanggap Cuaca, Memitigasi Iklim di Bumi Saruma kabupaten Halsel,
Orang Tua Korban Pembubuhan Zulfikar, Harapan Terakhir Kami Hanyalah Berimbang Kehilangan Nyawa Pada Putusan Pengadilan
Rapat Panitia SWI GI 2026, Mantapkan Persiapan Kegiatan Prtengahan Bulan Juli Mendatang
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 02:02 WIT

BMKG  Labuha : Edukasi Cuaca dan Pengenalan Kampus STMKG

Senin, 20 Juli 2026 - 08:24 WIT

Pelantikan Pengurus DPP SWI Dirangkaikan Dengan Kegiatan Green Impact 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:30 WIT

Direktur PDAM Halsel, Tunggakan Pembayaran Rekening Air Sebesar 6,6 Miliar Mempersulit Opersional 

Jumat, 17 Juli 2026 - 05:02 WIT

GMKI Cabang Bacan Titip Harapan bagi Muhlis Usman, Dorong Kepemimpinan Kolaboratif di GP Ansor Halsel

Jumat, 17 Juli 2026 - 04:41 WIT

GMKI Cabang Bacan Titip Harapan bagi Muhlis Usman, Dorong Kepemimpinan Kolaboratif di GP Ansor Halsel

Berita Terbaru

Uncategorized

BMKG  Labuha : Edukasi Cuaca dan Pengenalan Kampus STMKG

Rabu, 22 Jul 2026 - 02:02 WIT