Di Tengah Pro dan Kontra, Harita Nickel Hadir Membuka lowongan Hidup Baru bagi Putra – Putri Maluku Utara 

- Penulis

Kamis, 16 April 2026 - 16:10 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

WaidobaNusantaraori.com -Halsel – Kehadiran Harita Nickel di Pulau Obi bukan lagi sekadar cerita tentang tambang dan smelter. Lebih dari itu, perusahaan ini telah membuka ruang san harapan baru bagi ribuan masyarakat Maluku Utara yang sedang berjuang mengubah nasib hidupnya.

Harita Nickel juga memberikan beasiswa bagi putra-putri kepulauan Obi yang melanjutkan study ke perguruan tinggi (kuliah) dan membuka usaha ekonomi bagi warga Obi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama ini, sebagian orang hanya melihat Obi sebagai wilayah industri yang dipenuhi dinamika pro dan kontra. Ada kelompok kecil yang masih memilih jalan aksi dan belum sepenuhnya menerima realitas perubahan. Kritik itu sah dalam ruang demokrasi. Namun masyarakat juga perlu membuka cakrawala berpikir lebih luas: di balik geliat industri itu, ada ribuan kepala keluarga yang hari ini bertahan hidup karena kesempatan kerja yang tercipta.

Yang menarik, manfaat ini bukan hanya dirasakan oleh generasi muda Obi atau Halmahera Selatan semata. Faktanya, banyak tenaga kerja datang dari berbagai penjuru Maluku Utara—mulai dari Ternate, Tidore, Makean, Moti, Jailolo, hingga Hiri. Mereka datang dengan satu tujuan yang sama: mencari peluang, menyambung hidup dan memperjuangkan masa depan keluarga.

Ada yang rela meninggalkan kampung halaman, menyeberangi laut, hidup jauh dari keluarga, dan beradaptasi dengan ritme kerja industri demi satu harapan sederhana: anak bisa sekolah, dapur tetap menyala, dan kehidupan keluarga perlahan berubah lebih baik.

Di sinilah publik perlu melihat persoalan secara lebih utuh. Kehadiran industri besar seperti Harita Nickel telah menciptakan peluang yang sebelumnya sulit ditemukan di banyak daerah kepulauan. Bukan hanya operator alat, sopir, teknisi, atau staf administrasi, tetapi juga membuka ruang bagi UMKM, warung makan, kos-kosan, transportasi laut, petani sayur, nelayan, hingga jasa logistik lokal. Dengan puluhan ribu pekerja di area operasional, efek ekonominya menjalar sangat luas.

Banyak anak muda dari Ternate dan Tidore yang sebelumnya kesulitan mendapatkan pekerjaan tetap, kini berani melakukan manuver hidup—merantau ke Obi, belajar keterampilan baru, bertahan di tengah kerasnya dunia industri, lalu perlahan mengangkat ekonomi keluarga. Begitu pula saudara-saudara dari Makean, Moti, Jailolo, dan Hiri, yang menjadikan kawasan industri ini sebagai jalan untuk memutus rantai pengangguran dan kemiskinan.

Tentu kita tidak menutup mata bahwa masih ada kekurangan. Pemerataan kesempatan, penguatan SDM lokal, keselamatan kerja, hingga pengawasan lingkungan harus terus diperbaiki. Kritik tetap penting agar perusahaan tumbuh lebih sehat dan lebih bertanggung jawab.

Namun menolak melihat fakta perubahan yang sudah terjadi, juga bukan sikap yang bijak. Sebab hari ini, yang sedang tumbuh di Obi bukan hanya industri nikel, tetapi juga harapan hidup bagi masyarakat dari berbagai pulau di Maluku Utara.

Pada akhirnya, sejarah akan mencatat bahwa di tengah pro dan kontra, ada banyak orang kecil yang diam-diam berhasil mengubah jalan hidupnya lewat kesempatan kerja yang lahir dari investasi besar ini.

Obi hari ini bukan hanya tanah tambang, tetapi tanah harapan bagi anak-anak Maluku Utara yang ingin mengubah nasib.* (Redaksi)

Satu tanggapan untuk “Di Tengah Pro dan Kontra, Harita Nickel Hadir Membuka lowongan Hidup Baru bagi Putra – Putri Maluku Utara ”

  1. Berita yang di sampaikan tidak sesuai dengan realita di lapangan. Banyak karyawan yang di terima oleh perusahaan kebanyakan dari luar Maluku Utara. Bahkan masuk kerja saja harus bayar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel waidobanusantaraori.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG  Labuha : Edukasi Cuaca dan Pengenalan Kampus STMKG
Pelantikan Pengurus DPP SWI Dirangkaikan Dengan Kegiatan Green Impact 2026
Direktur PDAM Halsel, Tunggakan Pembayaran Rekening Air Sebesar 6,6 Miliar Mempersulit Opersional 
GMKI Cabang Bacan Titip Harapan bagi Muhlis Usman, Dorong Kepemimpinan Kolaboratif di GP Ansor Halsel
GMKI Cabang Bacan Titip Harapan bagi Muhlis Usman, Dorong Kepemimpinan Kolaboratif di GP Ansor Halsel
Tanggap Cuaca, Memitigasi Iklim di Bumi Saruma kabupaten Halsel,
Orang Tua Korban Pembubuhan Zulfikar, Harapan Terakhir Kami Hanyalah Berimbang Kehilangan Nyawa Pada Putusan Pengadilan
Rapat Panitia SWI GI 2026, Mantapkan Persiapan Kegiatan Prtengahan Bulan Juli Mendatang
Berita ini 88 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 02:02 WIT

BMKG  Labuha : Edukasi Cuaca dan Pengenalan Kampus STMKG

Senin, 20 Juli 2026 - 08:24 WIT

Pelantikan Pengurus DPP SWI Dirangkaikan Dengan Kegiatan Green Impact 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:30 WIT

Direktur PDAM Halsel, Tunggakan Pembayaran Rekening Air Sebesar 6,6 Miliar Mempersulit Opersional 

Jumat, 17 Juli 2026 - 05:02 WIT

GMKI Cabang Bacan Titip Harapan bagi Muhlis Usman, Dorong Kepemimpinan Kolaboratif di GP Ansor Halsel

Jumat, 17 Juli 2026 - 04:41 WIT

GMKI Cabang Bacan Titip Harapan bagi Muhlis Usman, Dorong Kepemimpinan Kolaboratif di GP Ansor Halsel

Berita Terbaru

Uncategorized

BMKG  Labuha : Edukasi Cuaca dan Pengenalan Kampus STMKG

Rabu, 22 Jul 2026 - 02:02 WIT