Peringatan Tsunami Berakhir, Warga Maluku Utara Diminta Tetap Waspada

- Penulis

Kamis, 2 April 2026 - 07:56 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

WaidobaNusantaraori.com | Sofifi — Situasi di Maluku Utara mulai berangsur tenang setelah otoritas resmi menyatakan bahwa peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan pasca gempa kuat pada Kamis (2/4) pagi tadi kini telah berakhir.

Setelah melakukan pemantauan dan kajian terkini, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan, bahwa ancaman tsunami akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,6 sudah tidak lagi berpotensi membahayakan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi ini sekaligus memberi kepastian bagi masyarakat yang sebelumnya melakukan evakuasi mandiri ke wilayah yang lebih tinggi.

Sejak pagi, gempa yang berpusat di laut sekitar 129 kilometer tenggara Bitung itu sempat memicu kepanikan di sejumlah wilayah, seperti Ternate, Tidore Kepulauan, dan Halmahera Barat.

Warga di pesisir bergerak cepat menjauh dari pantai, sementara pemerintah daerah mengaktifkan respons darurat.

Kini, dengan status peringatan yang telah dicabut, masyarakat diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing. Meski demikian, pemerintah mengingatkan bahwa kewaspadaan tetap diperlukan, mengingat kemungkinan gempa susulan.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyampaikan pesan yang menenangkan kepada masyarakat di tengah perkembangan terbaru ini.

“Puji syukur, berdasarkan informasi resmi, peringatan tsunami telah berakhir, Saya mengajak seluruh masyarakat untuk kembali beraktivitas secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi respons cepat masyarakat yang dinilai telah membantu meminimalkan risiko lebih besar.

“Ketenangan dan kedisiplinan masyarakat dalam mengikuti arahan adalah kunci dan tetap waspada, terus pantau informasi resmi, dan saling menjaga satu sama lain,” ucap Sherly menambahkan.

Pemerintah daerah tetap siaga, melanjutkan pendataan dampak serta memastikan kondisi warga terdampak, termasuk kerusakan bangunan di beberapa wilayah dapat segera ditangani.

Di tengah situasi yang mulai pulih, pesan utama yang terus digaungkan adalah sederhana: tetap tenang, tetap waspada dan hanya percaya pada informasi resmi.* (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel waidobanusantaraori.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sejumlah Bangunan di Kota Ternate Rusak Parah, Imbas Gempa Magnitudo 7,3 Dini Hari
Gempa Magnitudo 7,3 Guncang Bitung Hingga Ternate, Waspada Susulan  
Menseneg, Dari Istana Belum Memastikan Kenaikan BBM 1 April 2026
Pakar Lingkungan Universitas Indonesia, Pengelolaan Air di Lingkar Tambang Kawasi Memadai
Ketua IMM Halmahera Selatan Fadila Syahril Geram, Sebut SDN 86 Marituso Darurat Pendidikan
Pemukiman Baru Desa Kawasi Jadi Model Hunian Inklusif dan Berkelanjutan di Malut
Pemukiman Baru Desa Kawasi Jadi Model Hunian Inklusif dan Berkelanjutan di Malut
Sengketa Lobang Galian Emas di Anggai Kembali Terjadi, Keamanan Dihimbau Turun Tangan
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 07:56 WIT

Peringatan Tsunami Berakhir, Warga Maluku Utara Diminta Tetap Waspada

Kamis, 2 April 2026 - 01:52 WIT

Sejumlah Bangunan di Kota Ternate Rusak Parah, Imbas Gempa Magnitudo 7,3 Dini Hari

Kamis, 2 April 2026 - 00:19 WIT

Gempa Magnitudo 7,3 Guncang Bitung Hingga Ternate, Waspada Susulan  

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:22 WIT

Pakar Lingkungan Universitas Indonesia, Pengelolaan Air di Lingkar Tambang Kawasi Memadai

Senin, 30 Maret 2026 - 05:05 WIT

Ketua IMM Halmahera Selatan Fadila Syahril Geram, Sebut SDN 86 Marituso Darurat Pendidikan

Berita Terbaru