WaidobaNusantara.com Babang – Dalam rangka memastikan kesiapan pelayanan transportasi laut menjelang arus mudik dan arus balik Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Babang menggelar Rapat Lintas Sektoral Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026 pada Jumat (6/3/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Sibela Kantor UPP Kelas II Babang yang berada di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.
Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor UPP Kelas II Babang, Idham A. Basir, ST, dan dihadiri oleh berbagai instansi serta stakeholder yang memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran operasional transportasi laut, khususnya selama masa Angkutan Lebaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Halmahera Selatan, Stasiun Meteorologi Oesman Sadik Halmahera Selatan, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Ternate Wilayah Kerja Bacan, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Maluku Utara Satuan Pelayanan Bacan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Babang, perusahaan keagenan/operator kapal, serta Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan Babang.
Selain itu, unsur keamanan dari TNI-POLRI juga turut hadir dalam rapat tersebut guna mendukung pengamanan serta kelancaran aktivitas masyarakat di kawasan pelabuhan selama periode Angkutan Lebaran.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor UPP Kelas II Babang, Idham A. Basir, ST, menyampaikan bahwa rapat lintas sektoral ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antar instansi dalam rangka memastikan kesiapan pelayanan transportasi laut yang aman, tertib, yng lancar untuk keselamatan masyarakat.
Menurutnya, transportasi laut memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung aktifitas masyarakat di wilayah kepulauan, khususnya di kawasan Halmahera Selatan. Oleh karena itu, seluruh instansi terkait diharapkan dapat melakukan disiplin baik koordinasi dan kerja sama dalam menghadapi peningkatan aktivitas penumpang selama masa Angkutan mudik Lebaran.
Dalam arahannya, ia juga menegaskan beberapa hal penting yang harus menjadi perhatian seluruh stakeholder, terutama instansi terkait aspek keselamatan pelayaran.
Salah satu hal yang menjadi penekanan adalah pentingnya pencatatan manifes penumpang secara tertib dan akurat oleh setiap operator kapal. Manifes penumpang merupakan dokumen penting yang tidak hanya berfungsi sebagai data administrasi pelayaran, tetapi juga sangat vital dalam proses penanganan keadaan darurat apabila terjadi insiden di laut.
“Kami mengingatkan kepada seluruh operator kapal agar memastikan demi terselenggranya aktifitas penumpang yng sangat baik dilakukan secara lengkap dan sesuai dengan jumlah penumpang yang berada di atas kapal. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, aspek kelanjutan kapal juga menjadi perhatian utama dalam rapat tersebut. Seluruh kapal yang akan beroperasi selama masa Angkutan Lebaran diminta untuk memastikan bahwa kapal dalam kondisi baik laut serta memenuhi seluruh persyaratan keselamatan pelayaran yang telah ditetapkan.
Setiap kapal diwajibkan memastikan kelengkapan dokumen kapal, kesiapan alat-alat keselamatan seperti life jacket dan alat penolong lainnya, serta memastikan bahwa kapal beroperasi sesuai dengan kapasitas penumpang yang telah ditetapkan.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan dari Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026. Unsur TNI–POLRI menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan seluruh instansi terkait dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta membantu kelancaran arus penumpang di kawasan pelabuhan.
Pengamanan terpadu di kawasan pelabuhan dinilai penting guna memastikan aktivitas masyarakat selama arus mudik dan arus balik dapat berlangsung dengan aman dan kondusif.
Sementara itu, perwakilan dari Stasiun Meteorologi Oesman Sadik Halmahera Selatan ibu Dinar Cahya Nirwana selaku ketua Tim juga menyampaikan pentingnya pemantauan kondisi cuaca secara berkala selama periode Angkutan Lebaran, serta mengimbau agar operator kapal dan pihak pelabuhan selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca sebelum melakukan pelayaran.
Melalui rapat lintas sektoral ini diharapkan terbangun koordinasi yang sangat baik semakin kuat antar instansi sehingga seluruh unsur yang terlibat dalam pelayanan transportasi laut dapat bekerja secara terpadu dalam menghadapi peningkatan aktivitas masyarakat selama periode Lebaran.
Kantor UPP Kelas II Babang juga mengajak seluruh stakeholder, termasuk operator kapal, agen pelayaran, serta tenaga kerja pelabuhan untuk bersama-sama mengutamakan keselamatan pelayaran serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pengguna jasa transportasi laut.
Dengan adanya koordinasi dan sinergi yang baik antar instansi, diharapkan penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026 di wilayah kerja Pelabuhan Babang dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar, serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat pengguna transportasi laut.








