Bantah PDIP Terkait Tudingan Anggaran MBG, Komrad Pancasila: “Jangan Bangun Opini Tanpa Baca Struktur APBN.”*

- Penulis

Minggu, 1 Maret 2026 - 06:06 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

WaidobaNusantaraOri.com Isu penggunaan anggaran pendidikan sebesar Rp 769 triliun yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp 223,5 triliun memicu perdebatan di ruang publik. Narasi yang berkembang seolah memberi kesan bahwa dana pendidikan “dialihkan” untuk program di luar sektor pendidikan. Namun, jika ditelaah secara fiskal dan regulatif, anggapan tersebut perlu diluruskan.

Secara konstitusional, pemerintah wajib mengalokasikan minimal 20 persen APBN untuk fungsi pendidikan sebagaimana diatur dalam UUD 1945. Fungsi pendidikan dalam APBN tidak hanya mencakup belanja sekolah dan kampus, tetapi juga transfer ke daerah, dana BOS, tunjangan guru, beasiswa, hingga program pendukung peningkatan kualitas peserta didik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam konteks kebijakan pembangunan sumber daya manusia, intervensi gizi berbasis sekolah bukanlah hal baru. Sejumlah negara telah mengintegrasikan program makan sekolah sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas pendidikan. Data global menunjukkan bahwa program makan bergizi di sekolah berdampak pada peningkatan kehadiran, konsentrasi belajar, dan penurunan angka putus sekolah.

Di Indonesia sendiri, persoalan gizi anak masih menjadi tantangan serius. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan masih adanya persoalan stunting dan anemia pada anak usia sekolah yang berdampak langsung pada performa akademik. Artinya, jika MBG dirancang sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas belajar siswa, maka pendekatan tersebut dapat dipandang sebagai investasi pendidikan jangka panjang, bukan sekadar pengalihan anggaran.

Meski demikian, transparansi dan tata kelola tetap menjadi hal utama. Publik berhak mengetahui secara rinci bagaimana struktur Rp 769 triliun tersebut dibagi dan digunakan. Perdebatan seharusnya difokuskan pada efektivitas program, ketepatan sasaran, serta akuntabilitasnya, bukan pada penyederhanaan narasi yang berpotensi menyesatkan.

Koordinator Komrad Pancasila, Antony Komrad, menilai diskursus anggaran pendidikan harus dibangun di atas data, bukan framing politis.

“Kita harus melihat anggaran secara utuh. Jika intervensi gizi bertujuan meningkatkan kapasitas belajar siswa, maka itu bagian dari investasi pendidikan. Yang perlu dikawal adalah transparansi dan efektivitasnya, bukan membangun opini yang terkesan seolah dana pendidikan digeser begitu saja,” ujar Antony.

Ia menambahkan bahwa pendidikan dan kesehatan anak tidak bisa dipisahkan secara sektoral.

“Anak yang lapar sulit berkonsentrasi. Anak dengan gizi buruk akan kesulitan berprestasi. Maka memperkuat kualitas gizi siswa adalah bagian dari memperkuat fondasi pendidikan nasional,” tegasnya.

Di tengah dinamika politik, masyarakat perlu cermat membaca struktur anggaran negara. Kritik tentu sah, tetapi harus berbasis data dan pemahaman fiskal yang komprehensif. Sebab masa depan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh besarnya angka, melainkan oleh kualitas kebijakan yang dijalankan.

Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel waidobanusantaraori.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Matangkan Persiapan Pelantikan IKB Makayoa 10 Kabupaten Kota, Husein Said Soan Ke Ketua IKB Makayoa Provinsi
Menerima Kunjungan KPU, Partai Gelora Menyamakan Pemahaman Aturan Dan Pedoman Teknis
Sultan Bacan Diusul jadi Ketua Dewan Pembina IKB-Makayoa Halmahera Selatan
Polres Halsel dan Polda Malut Diminta Melindungi dan Tidak Menutup Atifitas Tambang Rakyat
DMI Halsel Serukan Persatuan dan Tegaskan Dukungan Penuh Terhadap Program Pemerintah
IKB-Makayoa Halsel Silaturahmi ke Kodim 1509/Labuha, Perkuat Sinergi dan Bahas Ancaman Karhutla
Lambatnya Penetapan WPR di Halsel Oleh Pemerintah, Jadi Sorotan Berbagai Pihak
Dengan Misi Kemanusiaan, IKB Makayoa Halsel Hadir Bagi-Bagi Masker Dampak Karhutla
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:51 WIT

Matangkan Persiapan Pelantikan IKB Makayoa 10 Kabupaten Kota, Husein Said Soan Ke Ketua IKB Makayoa Provinsi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:53 WIT

Menerima Kunjungan KPU, Partai Gelora Menyamakan Pemahaman Aturan Dan Pedoman Teknis

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:34 WIT

Sultan Bacan Diusul jadi Ketua Dewan Pembina IKB-Makayoa Halmahera Selatan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:02 WIT

Polres Halsel dan Polda Malut Diminta Melindungi dan Tidak Menutup Atifitas Tambang Rakyat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:48 WIT

DMI Halsel Serukan Persatuan dan Tegaskan Dukungan Penuh Terhadap Program Pemerintah

Berita Terbaru