Anggota DPD RI Hidayatullah Syah Menyampaikan, DOB Malut Memasuki Fase Krusial

- Penulis

Selasa, 6 Januari 2026 - 09:51 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WaidobaNusantara.com | Maluku Utara – Wacana pemekaran wilayah di Maluku Utara (Malut) kembali menemukan titik terang, Anggota DPD RI sekaligus Sultan Ternate ke-49, Hidayatullah Syah memastikan, proses pengusulan sejumlah Daerah Otonomi Baru (DOB) kini memasuki fase krusial di tingkat nasional.

Hidayatullah mengatakan, tiga calon kabupaten baru, yakni Obi, Wasilei dan Galela-Loloda (Galda) telah melewati dinamika politik daerah dan resmi masuk babak lanjutan, katanya.

Hal tersebut, sebagaimana dilansir dari berita media Senja Kota.com edisi Selasa (06/01/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

DPD RI, kata Sultan Hidayatullah, telah menetapkan bahwa rekomendasi yang dikeluarkan oleh pemerintahan daerah sebelumnya tetap sah dan berlaku, meski sempat muncul perbedaan sikap dari pemerintahan baru.

“Keputusan ini sudah diketok palu di DPD RI, tugas kami sekarang adalah mengantarkan usulan tersebut ke DPR RI”,

setelah diserahkan ke DPR RI, seluruh tahapan berikutnya mulai dari verifikasi hingga pembahasan lanjutan akan menjadi kewenangan Komisi II DPR RI bersama pemerintah pusat, jelas Hidayatullah.

Di sisi lain, Hidayatullah juga menyinggung wacana pemekaran Sofifi yang saat ini tengah digodok secara intensif oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Kementerian Dalam Negeri, dan DPR RI. Namun, proses tersebut masih menghadapi ganjalan regulasi.

Menurutnya, pemisahan Sofifi berpotensi membuat jumlah kecamatan di Kota Tidore Kepulauan berada di bawah batas minimal syarat daerah otonom, kondisi ini menjadi persoalan serius yang harus disiasati secara cermat.

Sebagai solusi, Hidayatullah mengusulkan jalan tengah agar pemekaran tetap berjalan tanpa melemahkan daerah induk, Ia mendorong pemberian status Daerah Khusus bagi Kota Tidore Kepulauan,

Kami di Komite I mendorong agar Sofifi tetap mekar, tetapi Tidore harus diberikan status sebagai Daerah Khusus, tegasnya.

Status tersebut, sambung Hidayatullah, diharapkan dapat menjaga legitimasi dan keberlanjutan Tidore sebagai daerah otonom, meski secara administratif mengalami pengurangan wilayah akibat pemekaran.

Ia berharap skema ini dapat menjadi terobosan hukum dalam tata kelola otonomi daerah di Maluku Utara, sekaligus memastikan pelayanan publik dan pembangunan di wilayah-wilayah baru berjalan lebih efektif, tutup Sultan Hidayatullah. (Redaksi)

Editor : Nur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel waidobanusantaraori.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Buka Pendaftaran Calon Ketua DPD KNPI Halsel, Ini Kriteria dan Batas Waktu
Polres Halsel Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Pelanggaran Lalu Lintas Kieraha 2026
Pengancaman Terhadap Wartawan Kompasnews, Resmi Dilaporkan ke Polsek Obi
HIPMABOL Audensi Dengan Bupati Halsel Soroti Dampak Cuaca Ekstrem di Botang Lomang
BMKG Stasiun Oesman Sadik Halsel Gelar Kegiatan Olahraga Jum’at Sehat
Tiga Orang Kakak Beradik Melakukan Pengancaman Terhadap Peliputan Wartawan di Tambang Anggai
Piala BupatiTak Kunjung Jelas, Suporter Hidayat Desak Panitia Beri Kepastian
Aliansi Revolusi Agromaritim Desak Penyelesaian Transportasi Laut, Infrastruktur, dan Pendidikan di Halsel
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:16 WIT

Buka Pendaftaran Calon Ketua DPD KNPI Halsel, Ini Kriteria dan Batas Waktu

Selasa, 3 Februari 2026 - 03:33 WIT

Polres Halsel Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Pelanggaran Lalu Lintas Kieraha 2026

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:23 WIT

Pengancaman Terhadap Wartawan Kompasnews, Resmi Dilaporkan ke Polsek Obi

Jumat, 30 Januari 2026 - 02:20 WIT

BMKG Stasiun Oesman Sadik Halsel Gelar Kegiatan Olahraga Jum’at Sehat

Kamis, 29 Januari 2026 - 14:09 WIT

Tiga Orang Kakak Beradik Melakukan Pengancaman Terhadap Peliputan Wartawan di Tambang Anggai

Berita Terbaru