Halsel Malut 11 Desember 2025 | WaidobaNusantaraOri.com – Pelatih Marabose FC, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara, Idrus Usman yang akrab disapa Coach Edho menilai, protes yang dilakukan Manager dan Official Marabose FC, adalah hak mereka.
“Saya kembalikan kepada Tim Macabose FC melalui Manager dan Official, karena itu adalah hak mereka dalam menyampaikan protes terhadap panitia yang merugikan Tim mereka”, katanya kepada media online TampilNews edisi Rabu (10/12/2025) yang dilansir oleh media ini, Kamis (11/13/2025).
Coach Edho juga menyampaikan, bahwa protes yang dilayangkan Marabose FC, dikembalikan kepada panitia penyelenggara Bupati Cup Halsel untuk menilai dan memutuskan, pasalnya, semua sudah dijelaskan dalam regulasi yang di buat oleh panitia dan disetujui semua tim pada turnamen tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk itu, saya hanya meminta ketegasan dari pihak penyelenggara untuk memutuskan persoalan itu dengan bijak tanpa pandangbulu,” tandas Edho.
Sementara itu, ketua Panitia Bupati Cup Halsel IV, Suhdan Kasuba mengatakan, selain Laiwui FC, Marabose FC juga melayangkan gugatan data kependudukan sejumlah pemain Kampung Makian FC pasca kalah dalam laga perebutan tiket final pada Minggu (7/12/2025).
Karena itu, panitia memutuskan melakukan verfikasi data kependudukan secara menyeluruh terhadap 5 tim, diantaranya, Hidayat FC, Laiwui FC, Kampung Makian FC, Mandaong United, dan Marabose FC.
Suhdan menyebut jika dalam verifikasi itu ditemukan pemain di 5 tim tersebut data kependudukannya bermasalah, maka akan didiskualifikasi semua.
Selanjutnya, panitia mengundang masing-masing manager tim untuk membahas mekanisme kelanjutan laga semi final dan final.
“Kami dari panitia sudah mengambil inisiatif, bahwa seluruh pertandingan kami tunda, kami lakukan verifikasi menggunakan sistem di Disdukcapil.”
“Kalau ditemukan semua bermasalah, maka kita kembali ke aturan permainan, sehingga surat diskualifikasi bisa saja dibatalkan dan kita undang semua manager tim untuk bahas kelanjutannya”, ujar Suhdan saat menemui ratusan sporter Hidayat FC, Selasa (9/12/2025) malam di jalan raya depan Bandara Oesman Sadik Labuha.
Ia menjelaskan, bahwa dalam turnamen Bupati Cup Halsel, mengatur status kependudukan pemain, Tim yang ikut turnmamen ini tidak bisa menggunakan pemain yang tidak ber-KTP Halsel.
Setiap tim diperbolehkan menggunakan pemain dari luar daerah, asalkan satu tahun sebelum turnamen dihelat, pemain tersebut sudah harus dimutasi sebagai penduduk Halsel, tegasnya.
Suhdan juga menyebut, pihaknya telah memverifikasi secara visik data kependudukan para pemain sejak pendaftaran Bupati Cup Halsel dibuka.
Belakangan ini ada protes dilakukan Lawui FC setelah laga perebutan tiket final.
Pihaknya pun memverifikasi kembali dalam sistem Disdukcapil Halsel, hal ini dilakukan untuk menghindari manipulasi dokumen negara, jelas Suhdan.
“Ada berkas yang dikumpul dan yang ada dalam sistem itu berbeda, ini jangan sampai ada indikasi manipulasi dokumen negara.
Karena ini dokumen negara bisa proses hukuma, tapi dalam regulasi kita (Bupati Cup Halsel), palingan diskualifikasi,” pungkas Suhdan.
Penuli :Deko
Editor :Nur









